Kabar Dunia

Setelah ISIS, Rusia Sebut Sedang Hadapi Kelompok Baru di Suriah

Meski demikian, sekutu utama Assad, Rusia juga telah menyatakan pertempuran besar dengan ISIS telah berakhir.

Setelah ISIS, Rusia Sebut Sedang Hadapi Kelompok Baru di Suriah
AFP PHOTO
Pejuang milisi di Irak mengangkat bendera Irak usai memenangi sebuah operasi melawan ISIS di Tal Afar. 

TRIBUNKALTENG.COM, BAGHDAD - Jumlah anggota kelompok teroris ISIS di Irak dan Suriah diperkirakan sudah di bawah 1.000 orang. Hal tersebut berdasarkan laporan dari koalisi internasional yang dipimpin AS pada Rabu (27/12/2017).

Mereka mengklaim telah memerangi sepertiga dari jumlah perkiraan tersebut tiga pekan sebelumnya.

Dilansir dari Arab News, baik Irak maupun Suriah, telah mengumumkan kemenangan atas kelompok militan yang didirikan pada 2014 itu.

AS yang memimpin sebuah koalisi internasional melakukan serangan udara melawan ISIS sementara di darat bertindak sebagai penasihat bagi tentara pemerintah Irak, dan bersama pasukan Kurdi dan koalisi Arab di Suriah.

"Atas dasar komitmen koalisi dan kompetensi yang ditunjukkan rekan kami di Irak dan Suriah, diperkirakan tersisa kurang dari 1.000 anggota teroris ISIS di seluruh wilayah operasi gabungan kami."

Baca: Hasil Riset, Jari Manis Pria Menentukan Tipe Wanita Idamannya

"Sebagian besar dari mereka tengah diburu di wilayah gurun di timur Suriah dan barat Irak," tulis keterangan koalisi pimpinan AS dalam pernyataannya kepada Reuters.

Namun perkiraan jumlah tersebut belum termasuk anggota di daerah-daerah Suriah barat yang ada di bawah pemerintahan Presiden Bashar Assad dan sekutunya.

Baca: Uji Kejelian Matamu! Dapatkan Kamu Temukan Kucing dari Foto Ini?

Meski demikian, sekutu utama Assad, Rusia juga telah menyatakan pertempuran besar dengan ISIS telah berakhir.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, tugas utama di Suriah saat ini adalah untuk menaklukkan kelompok lain, yakni Nusra.

Baca: Sepasang Oknum Polisi Mesum Digerebek di Kamar Hotel, Ini Kisah Lengkapnya

Awal Desember, koalisi pimpinan AS mengumumkan hanya tersisa kurang dari 3.000 anggota ISIS di Irak. Tak lama kemudian pemerintah Irak mengumumkan kemenangan melawan ISIS pada 9 Desember.

Kendati beredar kabar adanya anggota ISIS yang melarikan diri ke negara lain, koalisi AS menyebut berupaya mencegah aksi mereka.

"Kami bersama sekutu kami akan mengejar dan menangkap semua anggota ISIS yang tersisa. Juga menghancurkan sisa-sisa jaringan mereka untuk mencegah kebangkitan maupun upaya pelarian ke negara perbatasan," kata koalisi. (Kompas.com)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help