Ensiklopedia

Menolak Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Ternyata Ini Alasan Bung Hatta

Pilihan hidupnya berjuang untuk kemerdekaan bangsanya sangat jelas terlihat ketika sewaktu bersekolah di Negeri Belanda dari tahun 1921-1932.

Menolak Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Ternyata Ini Alasan Bung Hatta
kompas.com
Museum dan rumah tempat kelahiran Bung Hatta. 

TRIBUNKALTENG.COM - Siapa anak negeri ini yang tidak kenal nama Hatta? seorang tokoh perjuangan yang bersama sama Soekarno menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Membacakan proklamasi pada Jum'at 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta bukanlah pekerjaan mudah.

Tindakan itu memerlukan keberanian luar biasa karena tantangannya adalah nyawa. Bung Hatta ,proklamator kita ini lahir di Fort De Kock (sekarang Bukittinggi) pada 12 Agustus 1902. Dari sisi usia, Soekarno yang lahir 6 Juni 1901 itu berarti lebih tua dari Hatta satu tahun dua bulan dan enam hari.

Muhammad Djamil, ayah Hatta merupakan seorang keturunan ulama tarekat di Batuhampar, dekat Payakumbuh, Sumatera Barat. Sedangkan ibu nya yang bernama Siti Saleha berasal dari keluarga pedagang di Bukittinggi.

Pilihan hidupnya berjuang untuk kemerdekaan bangsanya sangat jelas terlihat ketika sewaktu bersekolah di Negeri Belanda dari tahun 1921-1932.

Baca: Api Mengamuk, Pasar Purukcahu Berkobar

Menuntut ilmu di Handels Hogeschool yang sekarang menjadi Universitas Erasmus Rotterdam. Sewaktu menempuh pendidikan di Belanda, ia masuk organisasi sosial Indische Vereeniging dan menjadi bendahara di organisasi tersebut dan mengasuh majalah Hindia Putera yang berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Selanjutnya Indische Vereeniging berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Perobahan nama majalah yang dipimpinnya pada tahun 1923 itu merupakan tindakan berani karena di jantung penjajah itu, mereka menggunakan kata "Merdeka".

Pada September 1927, Hatta bersama Ali Sostroamidjojo, Nazir Datuk Pamuncak dan Madjid Djojohadiningrat ditangkap oleh penguasa Belanda atas tuduhan mengikuti partai terlarang yang dikait-kaitkan dengan Semaun, terlibat pemberontakan di Indonesia yng dilakukan PKI tahun 1926-1927. Hatta dihukum 3 tahun dan bersama kawan kawannya di tahan di Rotterdam.

Baca: Jangan Asal Klik Kuis Lucu-lucuan di Facebook! Ini Bahaya Tersembunyi yang Mungkin Terjadi

Sungguh luar biasa mental Hatta, ditahan 3 tahun di Belanda, Negeri yang jauh dari kampung halamannya namun ia tidak pernah menyerah. Setelah kembali ke Indonesia, Hatta bersama Syahrir ditangkap dan dibuang ke Digul dan selanjutnya ke Banda Neira.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved