Kabar Palangkaraya

Anjing di Palangkaraya Banyak yang Mati Diracun, Ada Apa Ini?

anjingnya mati diracun orang hingga beberapa kali, di depan rumahnya dan saat dia jalan-jalan berkeliling di sekitar rumahnya.

Anjing di Palangkaraya Banyak yang Mati Diracun, Ada Apa Ini?
tribunkalteng.co/fathurahman
Populasi anjing liar dan anjing piaraan di Palangkaraya, saat ini jumlahnya mencapai 6000 ekor lebih berdasarkan data Distanak Pemko Palangkaraya. Sejumlah anjing dibiarkan di kompleks perumahan di Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus pembunuhan anjing menggunakan racun dan pencurian anjing di Palangkaraya, Kalimantan Tengah kian marak.

Ini, membuat para pemilik anjing menjadi gerah dan meminta pihak berwajib untuk menyelidiki pelakunya.

Kasus pembunuhnan anjing dan pencurian anjing piaraan tersebut sudah terjadi yang kesekian kalinya, namun dalam beberapa hari ini, kasus tersebut makin marak, karena anjing tiba-tiba ditemukan mendadak diduga riracuni oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Baca: Harga Elpiji 3 Kg di Kapuas Lampaui HET, Tim Turun Ke Lapangan Cek Pangkalan

Iwan, salah satu warga Jalan MH Thamrin, mengaku gerah melihat anjingnya yang mati mendadak diduga diracuni oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan belum diketahui pelakunya.

"Sudah dua kali kejadian ini, tapi kami tidak lapor, satu anjing saya dicuri, satu lagi mati diracuni, sehingga tidak ada lagi anjing yang menjaga rumah, setelah keduanya mati,"ujarnya, Rabu (20/12/2017).

Hal senada dikatakan, Ben seorang pemilik anjing di Jalan Argoputo Kawasan Bukit Hindu Palangkaraya, yang dalam rentan waktu 3 bulan, anjingnya mati diracun orang hingga beberapa kali, di depan rumahnya dan saat dia jalan-jalan berkeliling di sekitar rumahnya.

Saat itu ditemukan beberapa daging ayam yang dicampur racun potas, ada dua anjing miliknya yang mati mengenaskan setelah makan daging ayam yang dicampur racun potas yang sengaja dilakukan orang tidak bertanggungjawab. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help