TribunKalteng/

Apa Kabar Pemindahan Ibu Kota? Ini Penjelasan Bappenas

Bambang menyebut, hasil kajian tentang pemindahan ibukota akan diserahkan kepada Presiden Jokowi pada akhir tahun ini.

Apa Kabar Pemindahan Ibu Kota? Ini Penjelasan Bappenas
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat wawancara bersama Kompas.com, Rabu (10/5/2017).(Kompas.com/Kurnia Sari Aziza) 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, mengatakan sampai saat ini Pemerintah terus melakukan kajian mengenai rencana pemindahan ibukota.

Bahkan, lanjut Bambang, jika disetujui pemerintah akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk skema pendanaan pembangunan ibukota baru.

“Swasta kita libatkan, kan kita sudah punya sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha ya kita kembangkan,” ungkap Bambang di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Bambang menyebut, hasil kajian tentang pemindahan ibukota akan diserahkan kepada Presiden Jokowi pada akhir tahun ini.

Baca: Wadow! Cekcok, Wanita Ini Bius Pacar Lalu Potong Penisnya

“Hasil kajian dibawa ke presidennya pokoknya akhir tahun ini kita selesaikan segera, tentunya nanti pak presiden akan berdiskusi dengan kami,” tambahnya.

Namun dirinya masih belum menyebut secara gamblang di mana lokasi yang akan dijadikan ibukota baru tersebut. Bambang memastikan ada tiga lokasi yang berpotensi menjadi ibukota dan semuanya berada di luar Pulau Jawa.

“Pokoknya saya tetep pada posisi mau berapa lokasi tapi yang penting di luar Jawa,” jelas dia.

Baca: Nama Ganjar Pranowo dan Yasonna Laoly Hilang dalam Dakwaan Setya Novanto, Begini Kata KPK

Bambang menambahkan, estimasi biaya yang diperlukan terkait pembangunan ibukota baru dari hasil kajian tersebut bisa lebih dari Rp 1 triliun.

Sebagaimana diketahui, salah satu alasan yang menjadi pertimbangan pemerintah memindahkan pusat pemerintahan karena adanya penumpukan di Jakarta. Mengingat, saat ini, Jakarta menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat perdagangan, sekaligus pusat jasa keuangan.

“Nantinya Jakarta tetap berfungsi sebagai pusat bisnis,” pungkas dia.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help