TribunKalteng/

Selebrita

Namanya Trending, Terungkap Latar Belakang Pendidikan Ustazah Nani Handayani

Menurut mereka terdapat cukup banyak kesalahan penulisan ayat tersebut, baik penulisan huruf maupun tanda baca.

Namanya Trending, Terungkap Latar Belakang Pendidikan Ustazah Nani Handayani
Ustadzah Nani Handayani - Insert: Mahfud MD 

Mengisi pengajian majelis taklim salah satu rutinitasnya. Kadang dibagi di akun twitternya;

Maupun menghadiri kajian keislaman di kantor-kantor

3. Mengelola perjalanan travel umroh dan haji

x
Facebook ()

4. Alumni SMA, IKIP, dan Jurusan Tafsir Hadis di Sini

Di profil akun Facebooknya, Nani Handayani mencantumkan latar belakang pendidikannya.

Tamatan SMA Negeri 11 Jakarta.

Jurusan Kimia di IKIP Jakarta.

Jurusan Tafsir Hadis Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah Bekasi.

Reaksi Mahfud MD

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Mahmud MD turut angkat bicara terkait kesalahan penulisan oleh ustazah Nani Handayani.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menyampaikan lewat akun twitter pribadinya @mohmahfudmd.

Sejumlah fakta pun terkuak dari postingan-postingannya.

Berawal dari akun @Bungongez yang menuliskan "Hadeuhh..nih Media nggk ad hbs  menghina Islam..!" sembari me-mention sejumlah akun termasuk @mohmahfudmd.

Postingan itu langsung dibalas Pakar Hukum Tata Negara ini  dengan menuliskan,

"Kalau itu benar, itu kesalahan fatal oleh @Metro_TV dlm memilih narsum dakwah. Sy sdh lama usul agar setiap stasiun TV punya Tim seleksi pengisi acara agama yg kuat. Selama ini bnyk TV yg mengambil sembarang orang seakan hanya mensyaratkan pandai omong dan wajah kamera. Hati2,"

Selanjutnya, Mahfud berbalas komentar dengan netizen lainnya.

@badikrfai: @Bungongez @fadlizon and 7 others Kalau ada orang ngaji salah lebih baik ditemui dan diingatkan. Mungkin tidak sengaja salah kita juga tidak tahu. Mencaci tidak menyelesaikan masalah

Mahfud pun menjawab:

"Itu memang pasti tidak sengaja salah melainkan benar2 salah. Tulisan2 ayat yg salah itu menunjukkan penulisnya tdk tahu bhs Arab sama sekali. Makanya kita bilang kpd TV yg mengundang, bkn langsung nemui orangnya. Mengapa? Krn ini bkn lg personal melainkan sdh ke ruang publik."

@MADURATNAcanggu: @mohmahfudmd Ustadzah yg ga pernah belajar ilmu nahwu sorrof RT @mohmahfudmd @badikrfai @Bungongez @fadlizon @Fahrihamzah @fahiraidris @Yusrilihza_Mhd @mahendradatta @adv_supyadi @Puspen_TNI

Terkait balasan akun tersebut, Mahfud memberi penjelasan.

Menurutnya, bukan hanya tak pernah belajar nahwu shorof, tetapi mengenali huruf Quran saja tidak bisa.

"Dari 6 kata di potongan ayat Qur’an sj salahnya ada 3. Kita hormati, mungkin ybs punya semangat ibadah yg baik. Tp itu sj tdk cukup utk berceramah di ruang publik dgn menggunakan teks nash," lanjutnya.

Mahfud juga berharap pihak televisi yang bersangkutan agar lebih berhati-hati dalam memilih narasumber.

"Mohon perhatian @Metro_TV Ini kesalahan fatal. Kesannya, asal mencari narsum krn yang mencari tidak paham. Acr syiar kemuliaan @Metro_TV sangat digemari, jgn salah kelola," tulisnya menjawab mention dari akun @Khairil095

Jawaban itu kemudian di balas @Him_NK yang menganggap kesalahan itu disengaja pihak televisi.

"@mohmahfudmd @Metro_TV itu papan tulis digital pak. spt ada KESENGAJAAN metro nampilin AYAT SALAH,"

"Tdk mungkin ada kesengajaan dari @Metro_TV Sy jg pernah mengisi beberapa kali di Syiar Kemuliaan di Metro TV, jd tulisanya langsung, tak mungkin direkayasa scr digital oleh teknisi," jawab Mahfud.

Hampir senada dituliskan @yordanissalam: @Him_NK @mohmahfudmd @Metro_TV Nampilin ayat salah 2x, apakah bentuk kesengajaan. saya kira tidak ada kesengajaan dr @Metro_TV pak,

Mahfud kembali menegaskan kesalahan itu tak mungkin disengaja oleh televisi bersangkutan. Hanya masalah profesionalisme semata.

"Kan sudah saya bilang, tak mungkin disengaja oleh @Metro_TV . Ini ketidakprofesionalan yg memilih narsum dan narsumnya sendiri nekat," tulisnya.

Lebih jauh Mahfud memaparkan jika sejumlah stasiun televisi kerap menampilkan narasumber yang tidak kompoten.

Membalas cuitan @iqbalBoa1719: Sudah menjadi penyakit di tv2 swasta asal jadi saja ambil narsum agama Islam.. padahal kita tidak kekurangan ulama baik @nu_online maupun @muhammadiyah.

"Bkn hny di TV Swasta. Di TVRI jg ada narsum yg tdk bs baca ayat Qur'an. Dia nyuruh org lain membaca ayat lalu membuat tafsir sambil melawak," tulisnya.

Diskusi lewat media sosial terkait masalah tersebut pun ditutup Mahfud setelah ada netizen yang melampirkan surat permintaan dari pihak televisi dan ustazah Nani Handayani.

Mahfud menuliskan,

"OK, kita akhiri diskusi koreksinya. Kita jg mhn maaf kpd ustadzah dan @Metro_TV krn melakukan koreksi terbuka sbb masalahnya di ruang publik,". (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help