TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Tol Balikpapan-Samarinda Segera Beroperasi, Tarifnya Termahal se Indonesia

Menanggapi demikian, Arie Irianto menyebut masih ada tarif tol lain yang lebih tinggi daripada tol Balikpapan-Samarinda.

Tol Balikpapan-Samarinda Segera Beroperasi, Tarifnya Termahal se Indonesia
Istimewa
Proyek jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dengan Samarinda. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Tol Balikpapan-Samarinda dioperasikan pada Desember 2018 ataupun Januari 2019, minimal Rp 99 ribu harus dikeluarkan pengguna jalan untuk biaya tipe kendaraam terendah, yakni golongan I, seperti sedan, jip, pick up /truk kecil dan bus.

Sesuai nilai kontrak yang disepakati Jasa Marga, telah menetapkan biaya tol Rp 1000 per km. Itu baru untuk jenis kendaraam golongan I. Jika kendaraan golongan dua, seperti truk gandeng, biayanya lebih besar lagi.

"Tarif Rp 1000/km ini hasil keputusan lelang investasi sebelumnya, jadi intinya itu. Tentu ada perbedaan golongan antara golongan I, II, dan III. Golongan II lebih tinggi daripada golongan I," ujarnya.

Baca: Kereen! Mahasiswa Asal Balikpapan Temukan Bahan Bakar Alternatif dari Rumput

Jika melihat tarif tersebut, tarif tol Samarinda-Balikpapan menjadi satu dari beberapa tarif tol termahal yang ada di Indonesia. Jika dibandingkan dengan tarif tol lain yang sudah lebih dahulu ada.

Saat ini, tarif tol termahal ada di Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) dengan jarak tol 116,7 km. Di tol Cipali untuk bisa melewati tol rute terjauh (Cikopo hingga Palimanan) sudah ditetapkan BPJT tarifnya Rp 96 ribu. Ini berdasarkan informasi tarif tol yang bisa diakses di website resmi BPJT.

Dirata-ratakan, per km di Tol Cipali Rp 827/km. Dibandingkan dengan yang lain, juga masih tak lebih dari Rp 1000, misalnya, tol Tol Tangerang-Merak rata-rata Rp 576/ km, atau Tol Surabaya-Gresik rata-rata Rp 650/ km.

Menanggapi demikian, Arie Irianto menyebut masih ada tarif tol lain yang lebih tinggi daripada tol Balikpapan-Samarinda.

Baca: Berawal dari Bigo Live, Oknum PNS di Samarinda Diciduk Bersama Wanita

"Di Jatim ada yang Rp 1.100. Di Jakarta juga ada yang Rp 1000/km. Tetapi, memang benar masa konsesi selama 40 tahun. Nantinya, kami sendiri yang jadi operator. Jadi, ketika selesai, kami yang jadi operatornya," ucapnya.

Jasa Marga sendiri saat ini telah mengkaji metode pembayaran untuk tol tersebut, yakni cashless. Ada dua yang sedang dikaji. Bisa tertutup dan terbuka. Kalau tertutup dengan cara perhitungan, berapa km kemudian dikali rupiah tarif tol per km. Misalnya Balikpapan-Samarinda sejauh 99 km, maka membayar 99 dikali Rp 1000.

Kemudian ada metode kedua, dengan panjang rata-rata. Jadi cukup bayar sekali, tarifnya sama, dan bisa keluar di pintu tol mana saja. "Itu masih kami kaji. Tetapi, di business plan, kami coba di metode tertutup," ujar Arie Irianto.

Kapan akan mulai mengoperasionalkan tol tersebut, disebut Arie setidaknya Jamuari 2019.

"Setelah selesai, kan ada masa pemeliharaan oleh kontraktor selama 3 tahun. Setelah itu, baru ada hand over ke kami. Kalau operasional, tunggu uji layak fungsi dari Kemenhun, BPJT dan lainnya. Jika tim gabungan nyatakan layak, maka direkomendasikam ke Kementerian PU," ucapnya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help