Kabar Dunia

Putra Mantan Presiden Yaman Bersumpah Balas Dendam Setelah Ayahnya Dibunuh

Dengan tewasnya Tareq, otomatis kursi pimpinan Partai Kongres Rakyat Umum (GPC) bakal dipegang oleh Ahmed.

Putra Mantan Presiden Yaman Bersumpah Balas Dendam Setelah Ayahnya Dibunuh
The Independent
Mantan Presiden Yaman Al Abdullah Saleh yang dikabarkan tewas dalam penyerbuan pasukan milisi di Sanaa. 

Baca: Demian Bongkar Penyebab Kecelakaan di Aksi Death Drop, Begini Pengakuannya

"Saat ini, waktu yang tersedia sangat sedikit. Jika mereka ingin Yaman terbebas dari Houthi, Ahmed harus kembali ke Yaman dan memimpin GPC dalam 48 jam ke depan."

Pernyataan itu dilontarkan Profesor Studi Timur Tengah di Universitas Grand Valley, Gamal Gasim.

Tensi Mulai Menurun

Al Jazeera memberitakan, ketegangan di Sana'a, ibu kota Yaman, menurun.

Itu setelah koalisi pimpinan Saudi melancarkan 25 serangan udara selepas tengah malam.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick berkata, serangan udara itu membuat keluarga yang ada di Sana'a mulai berani untuk keluar rumah.

Baca: Peneliti Temukan Manuskrip Terlarang Berisi Ajaran Rahasia Yesus, Isinya Bertentangan

"Momen ini bakal mereka gunakan untuk mencari perlindungan, dan obat-obatan bagi anak maupun anggota keluarga yang terluka karena perang," ujar McGoldrick.

Kepala Editor Yemen Post, Hakim al-Masmari menyatakan, serangan udara yang dilakukan Saudi mengakibatkan sembilan rakyat sipil tewas.

"Banyak rumah hancur akibat serangan itu. Terutama di dekat istana presiden," kata Masmari.

Liga Arab mengecam tindakan Houthi, dan menyebut mereka sebagai organisasi teroris.

"Semua ini dilakukan agar rakyat Yaman masuk ke dalam mimpi buruk," kata Ketua Liga Arab, Ahmed Abdul Gheit. (KOMPAS.com)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help