Kabar Kampus

Terindeks ke Scopus, Ini 53 Karya Ilmiah dari Berbagai PT yang Bakal Dipaparkan di INACELT

Yang membanggakan, 53 paper dan abstrak itu antara lain juga datang dari perguruan tinggi di luar negeri.

Terindeks ke Scopus, Ini 53 Karya Ilmiah dari Berbagai PT yang Bakal Dipaparkan di INACELT
Istimewa
Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - International Conference on ELT (INACELT) 2017 di IAIN Palangkaraya, tidak hanya menampilkan pembicara berkels dunia.

Program tahunan bagi para guru, dosen, peneliti, serta pemerhati pembelajaran Bahasa Inggris ini juga akan membicarakan sejumlah persoalan mendasar yang telah ditulis melalui karya ilmiah.

Berdasarkan data yang didapat, setidaknya ada 95 karya ilmiah yang telah diterima panitia. Terdiri 42 paper dari IAIN Palangkaraya, dan 53 lainnya beralas dari luar perguruan tinggi.

Baca: IAIN Palangkaraya Tuan Rumah INACELT 2017, 3 Pembicara Internasional Dihadirkan

Yang membanggakan, 53 paper dan abstrak itu antara lain juga datang dari perguruan tinggi di luar negeri.

"Di antaranya 1 paper berasal dari Laos, 3 paper berasal dari Malaysia, 2 paper berasal dari Universitas Negeri Malang, 1 paper berasal dari UNESA Surabaya, 2 paper berasal dari IAIN Banten, 1 paper berasal dari STKIP Mojokerto, 3 paper berasal dari UIN Antasari Banjarmasin, 1 paper berasal dari UIN Bandung, 1 paper berasal dari STAIN Sorong, 1 paper berasal dr UIN Malang, 1 paper dari UIN Jakarta, 6 paper dari UPR Palangkaraya," sebut Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu kepada Tribunkalteng.com, Sabtu (2/12/2017).

Menurut dia, paper yang dipresentasikan di INACELT akan di publikasi pada 1 dari 3 jenis publikasi, yakni E-proceding ber e-isbn, JEFL terindeks DOAJ, dan Proceeding terindex scopus.

Baca: 2 Jurnal IAIN Palangkaraya Terindeks DOAJ Menuju Scopus

Tentu saja, itu dilakukan setelah melalui tahapan review dan revisi.

Khusus untuk proceeding terindex Scopus, setelah conference akan diberikan waktu 3 minggu untuk melakukan penyesuaian dan revisi melalui pemeriksaan Prof Petter dan Ismail S. Wekke, Ph. D.

"Tulisan yang masuk harus melalui tahap review, direvisi oleh penulis, re-review, revised sampai laik menjadi final draft," timpal Ibnu.

Selain seminar, kegiatan pada 15-16 Desember 2017 di IAIN Palangkaraya ini juga akan dilaksanakan Workshop yakni Workshop On Flipped Classroom, Workshop on ICT based ELT dan Workshop on Internationally Published Article and Mendeley Software. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help