TribunKalteng/

Kabar Kapuas

Perampok Beraksi, Serang Tenda Lalu Bacok Istri Pendulang Emas di Kapuas Hingga Tewas

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan mengalami beberapa mata luka bacok, seperti punggung tangan kiri, belakang kepala

Perampok Beraksi, Serang Tenda Lalu Bacok Istri Pendulang Emas di Kapuas Hingga Tewas
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Di sinilah lokasi perampokan terjadi, tepatnya di tenda tempat tinggal para pendulang emas tradisional atau tambang rakyat, Desa Sei Kobe, anak Sei Mangkirik, Desa Balai Bajang RT02, Kecamatan Pasak Telawang Kabupaten Kapuas Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Insiden perampokan sadis terjadi di lokasi tambang emas rakyat, tepatnya di Sei Kobe, anak Sei Mangkirik, Desa Balai Banjang RT 2, Kecamatan Pasak Tekawang, Kapuas, Kalteng. Seorang wanita Tania (27), warga Desa Mantangai Hulu RT 2, Kecamatan Mantangai Kapuas, tewas dalam peristiwa tersebut.

Dari pemeriksaan lokasi dan saksi diduga, pada saat kejadian, korban berada di kemah tersebut seorang diri. Sedangkan saat pelaku masuk ke dalam tenda, tak satupun warga yang melihatnya.

Pelaku yang diduga mencari emas dan uang hasil menambang namun tepergok Tania, sehingga menganiaya korban menggunakan senjata tajam jenis parang.

Baca: Teori Fisikawan Ini Beber Perjalanan Waktu ke Masa Depan Bisa Dilakukan

Saat itu, tak satupun penambang tahu, karena semua sedang mendulang di lokasi yang jaraknya ratusan meter dari tenda.

Insiden perampokan baru diketahui pada Senin (27/11) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, setelah salah satu anak korban yang masih kecil melihat kondisi ibunya dalam keadaan terluka dan berlumur darah.

Anak korban langsung berlari mencari ayahnya, Dehen (31) sedang menambang emas. Laporan sang anak membuat Dehen kaget. Mereka langsung berlari menuju ke tenda tempat tinggal para penambang emas.

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan mengalami beberapa mata luka bacok, seperti punggung tangan kiri, belakang kepala serta punggung belakang dekat pinggang.

Baca: Berawal dari Bigo Live, Oknum PNS di Samarinda Diciduk Bersama Wanita

Barang berharga yang hilang, seperti tas berisi uang tunai Rp 5,5 juta, cincin emas 1 gram, gram serta emas mentah seberat 3 gram. Dalam kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.

Peristiwa kemudian dilaporkan korban ke Polsek Kapuas Tengah. Namun karena lokasi kejadian sangat jauh dari ibukota kecamatan, polisi baru tiba beberapa jam kemudian usai menerima informasi.

Dalam kasus ini, polisi menyita beberapa barang bukti di TKP, seperti satu buah baju kaus kain katun lengan pendek warna hitam corak bulat putih tanpa merek, satu buah celana pendek kain katun warna hitam warna hitam tanpa merek.

Kapolres Kapuas AKBP Sacroni Anwar pada saat dikonfirmasi, Rabu (29/11) membenarkan adanya laporan perampokan disertai pembunuhan. Kini, ungkapnya anggota sedang melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan, terkait tersangka.

"Sampai hari ini kita belum tahu identitas tersangka," jelas kapolres. (jd)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help