TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Videonya Viral! Wagub dan Kadis Berbalas Menampar, Upacara Pun Batal

Dia juga mengatakan bahwa selama menjabat Ketua DPRD Kota Tarakan dan Wakil Wali Kota Tarakan, dirinya tidak menganggap posisi wakil

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN — Pada Senin (27/11/2017) siang, warga di Provinsi Kalimantan Utara dihebohkan dengan beredarnya video Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio mengamuk saat akan melaksanakan upacara.

Upacara itu dalam rangka memperingati HUT Ke-46 Korpri dan HUT Ke-72 PGRI yang diikuti sekitar 1.500 peserta di Lapangan Agathis, Jalan Kolonel Soetadji Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Dalam unggahan pemilik akun Facebook Angga Passakawang, terdapat dua video yang diambil dari sudut yang berbeda.

Video pertama dengan durasi 1 menit 2 detik diunggah pada Senin pukul 16.00 Wita dan video kedua dengan durasi 1 menit 34 detik diunggah satu jam setelah video pertama dengan membagikan kiriman dari pemilik akun Yus Malindo.

Baca: Videonya Dipotong Bikin Ustadz Abdul Somad Marah, Jamaah Malah Tertawa

Kedua video tersebut berisi kemarahan Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio karena dia selaku Wakil Gubernur Kalimantan Utara tidak ditunjuk sebagai inspektur upacara, sedangkan yang didapuk menjadi inspektur upacara dalam kegiatan tersebut justru sekretaris provinsi.

Upacara itu ditunda setelah Sekprov Kaltara meninggalkan lapangan upacara setelah mendengar perkataan Udin Hianggio bahwa yang berhak menjadi inspektur upacara adalah dirinya. Dengan menggunakan pengeras suara, Udin Hianggio menyesalkan karena upacara dibatalkan, padahal dia ada di lapangan upacara.

“Ada wakil gubernur, kok, dibatalkan? Apa itu?” ujar Udin.

Baca: Warga Sambas Ini Ditangkap Densus 88, Begini Sosok Kesehariannya

Pada detik ke-56, Udin melanjutkan perkataannya soal surat teguran kepadanya yang sampai ke Presiden. Perkataan tersebut diduga ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Dia juga mengatakan bahwa selama menjabat Ketua DPRD Kota Tarakan dan Wakil Wali Kota Tarakan, dirinya tidak menganggap posisi wakil merupakan seorang bawahan.

“Bikin teguran kepada wakil gubernur sampai ke Presiden. Saya pernah jadi ketua DPRD, waktu wali kota, wakil saya ada, tetapi saya tidak anggap sebagai anak buah saya. Mereka itu mitra, bukan bawahan saya,” ucap Udin.

Sejumlah warganet yang mengomentari unggahan video itu menyayangkan insiden tersebut. Pemilik akun Khaerul Asnan Petta Taro menulis, "Parodi politik ala Kaltara."

Sementara itu, pemilik akun Husin Manu meminta para pemimpin Kaltara berdamai. "Damailah pemimpin Kaltaraku, Anda adalah panutan kami. Kami hanya ingin merayakan ulang tahun kami sebagai guru," tulis Husin. (Kontributor Nunukan/Sukoco)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help