16 Warga Dievakuasi ke RSUD Mimika Usai Pembebasan dari KKB

Langkah-langkah kepolisian setelah evakuasi, lanjut Kamal, adalah menerjunkan tim satgas terpadu untuk mendata warga yang telah dijemput

16 Warga Dievakuasi ke RSUD Mimika Usai Pembebasan dari KKB
Humas Polda Papua/KOMPAS.com
Salah satu warga yang dievakuasi mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAYAPURA - Sebanyak 16 orang yang dievakuasi dari Kampung Kimberly, Banti dan Utikini di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang selama ini dikuasai oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Jumat (17/11/2017).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan, 16 warga tersebut harus diberi tindakan medis karena mengalami pusing dan sesak nafas.

"Diduga mereka sakit karena mengalami psikis trauma yang berkepanjangan karena kurang lebih 1 bulan mereka terisolir oleh kelompok kriminal bersenjata," katanya, Jumat malam.

Baca: Dalam 1 Jam 18 Menit, Sandera KKB di Papua Mereka Bebaskan

Di antara 16 orang tersebut, lanjut Kamal, ada satu orang ibu hamil yang mengalami sesak nafas dan harus segera diberi tindakan medis.

"Kini mereka yang dievakuasi ditampung sementara di gedung Tongkonan (rumah pertemuan masyarakat Toraja) dan gedung Graha Emenemo Yoware milik pemerintah setempat," katanya.

Baca: Aksi Pamer Burung Meresahkan, Pria Ini Tercyduk Polisi Banjarmasin Utara

Langkah-langkah kepolisian setelah evakuasi, lanjut Kamal, adalah menerjunkan tim satgas terpadu untuk mendata warga yang telah dijemput keluarganya dan yang masih berada di posko. Lalu sesuai permintaan, pada esok hari mereka akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

"Para tim medis yang disiapkan yaitu dari tim kesehatan TNI dan Polri, RSUD Mimika dan PMI Kabupaten Mimika dengan melakukan tindakan medis kepada warga yang membutuhkan pelayanan medis seperti pusing dan sesak nafas," jelasnya.

Baca: Wow! 270 Artikel Berkelas Internasional Bakal Dikupas di IAIN Palangkaraya

Adapun 344 orang warga yang dievakuasi terdiri dari 104 orang pria dewasa, 32 wanita dewasa dan 14 orang anak-anak yang berasal dari Kampung Kimberly. Lalu 153 pria dewasa, 31 orang perempuan dewasa dan 10 orang anak-anak berasal dari longsoran Kampung Banti. Semua yang dievakuasi merupakan warga non Papua.

Kamal menambahkan, masyarakat asli Papua yang lahir dan besar di Kampung Kimberly dan Banti dan daerah longsoran meminta agar tidak dievakuasi.

“Tapi, mereka meminta jaminan perlindungan dari aparat untuk tetap di kampung tersebut, sampai situasi kembali aman dan kondusif. Namun ada beberapa masyarakat lokal yang meminta dievakuasi ke Timika, karena keluarganya berada di sana,” tambahnya.

Berita ini telah ditayangkan di KOMPAS.com berjudul: Sakit, 16 Warga yang Dievakuasi dari Penyanderaan KKB Dibawa ke RSUD Mimika

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help