TribunKalteng/

Tanpa 'Surat Sakti' Presiden, Setnov Tak Penuhi Panggilan KPK

Alasan klasik Novanto bahwa KPK harus mengantongi izin "Surat Sakti" dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

Tanpa 'Surat Sakti' Presiden, Setnov Tak Penuhi Panggilan KPK
Kompas.com
Ketua DPR Setya Novanto seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (16/11/2015). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto lagi-lagi tidak menghadiri panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (13/11/2017) alias mangkir.

Alasan klasik Novanto bahwa KPK harus mengantongi izin "Surat Sakti" dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

Alasan ini disampaikan Novanto dalam surat yang dikirimkan ke KPK.

Baca: Jadwal Siaran Langsung 8 Besar Liga 2 Hari Ini, Kalteng Putra Harus Menang!

Surat itu bertanda kop DPR dan ditandatangani Ketua DPR.

"Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiharjo)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/11/2017).

"Alasan yang digunakan adalah terkait izin Presiden," ujar Febri.

Dalam surat tersebut, lanjut Febri, juga dijelaskan mengenai hak imunitas DPR versi Novanto.

Novanto akan diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan kasus e-KTP untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

Pemanggilan Novanto sebagai saksi untuk Anang merupakan kali ketiga. Pemanggilan pertama pernah dilakukan KPK pada 30 Oktober 2017.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help