TribunKalteng/

Kalteng Kita

Pengusaha Merasa Terancam, Revisi Pergub Kalteng 27/2017 Belum Rampung

Selian itu, adanya laporan yang dilakukan oleh pengusaha yang keberatan dengan aturan tersebut kepada KPK dan Saber Pungli pusat

Pengusaha Merasa Terancam, Revisi Pergub Kalteng 27/2017 Belum Rampung
TRIBUNKALTENG.com/faturahman
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran bersama Mentan saat rapat koordinasi di Palangkaraya, terkait adanya laporan pengusaha tentang pelaksanaan pergub 27/2017 tentang sumbangan pihak ketiga. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Harapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar pemasukan daerah bisa lebih besar dengan adanya Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 27 Tahun 2017.

Pergub tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan dan Pengelolaan Sumbangan Pihak Ketiga Kepada Pemerintah Provinsi tersebut dihentikan sementara waktu setelah ada melakukan pertemuan dengan Satgas Saber Pungli Pusat.

Baca: Mbah Mijan: Rina Nose akan Terus Dirundung Masalah

Hingga, Senin (13/11/2017) Pergub tersebut belum juga selesai direvisi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kemenkeu, setelah adanya peringatan Tim Saber Pungli Pusat yang meminta peraturan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan lebih tinggi.

Selian itu, adanya laporan yang dilakukan oleh pengusaha yang keberatan dengan aturan tersebut kepada KPK dan Saber Pungli pusat membuat tidak bisa lagi instansi di Pemprov Kalteng menerima sumbangan pihak ketiga tersebut.

Baca: Viral Video Sel Kanker Menjauhi Bawang Putih lalu Dekati Emas, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya!

Kabarnya, pengusaha merasa "terancam" dengan adanya peraturan tersebut, karena seolah-olah jika pengusaha tidak mau menyumbang ada kosekwensi yang akan ditanggung saat ingin berinvestasi di Kalteng.

Wakil Ketua DPRD Kalteng, Heriansyah megatakan, pergub tersebut tujuannya untuk pembangunan Kalteng agar lebih baik lagi, karena anggaran pusat saat ini banyak yang dipangkas, sehingga sulit untuk percepatan pembangunan di Kalteng.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help