TribunKalteng/

Kabar Dunia

Pagi Ini Gempa 7,3 Skala Richter Goyang Perbatasan Irak-Iran, Puluhan Tewas

Gempa terjadi di kedalaman 33,9 km (21 mil) dari dasar laut. Sedangkan guncangan dirasakan hingga ke Turki, Israel, dan Kuwait.

Pagi Ini Gempa 7,3 Skala Richter Goyang Perbatasan Irak-Iran, Puluhan Tewas
(AFP/ Alfredo Estrella )
Ilustrasi - Gempa mengguncang Mexico City pada 19 September 2017. 

TRIBUNKALTENG.COM, BAGHDAD - Gempa dahsyat berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang perbatasan utara antara Iran dan Irak. Kejadian ini menewaskan puluhan orang.

Data yang dirilis US Geological Survei (USGS), gempa terjadi di 19 mil (30 km) dari kawasan barat daya Halabja, di dekat perbatasan Iran.

Baca: Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2017, Ini Daftar Lengkap Juara di Semua Kelas

Gempa terjadi di kedalaman 33,9 km (21 mil) dari dasar laut. Sedangkan guncangan dirasakan hingga ke Turki, Israel, dan Kuwait.

Mengutip BBC, ada 61 orang yang tewas akibat gempa. Sedangkan 300 lainnya dilaporkan terluka di wilayah barat Iran. Sedangkan di Irak, dilaporkan ada empat warga yang tewas. Diprediksi, jumlah korban tewas akan terus bertambah.

Menurut Kepala Layanan Darurat Iran, Hossein Koolivand, mayoritas korban yang tewas berada di kota Sapol-e Zahab, sekitar 15 kilometer dari perbatasan. Sementara, ada delapan desa yang dilaporkan rusak parah.

Baca: Sepekan Ditahan Karena Dugaan Korupsi, Kekayaan Pangeran Alwaleed Susut Rp37,8 Triliun

"Sejumlah desa lain mengalami pemadaman listrik dan sistem telekomuniasi juga terganggu," jelas Ketua Palang Merah Iran, Morteza Salim.

Kantor berita Iran, IRNA melaporkan sebanyak 30 tim palang merah telah dikirim ke lokasi gempa. Namun, Koolivand menambahkan, upaya tim penyelamat menolong para korban terhambat tanah longsor di sejumlah wilayah.

Gempa bumi tersebut menyebabkan kepanikan warga kedua negara. Mereka berlari keluar rumah dan berkumpul bersama di jalanan.

Mesjid-mesjid di ibukota Irak, Baghdad, secara serempak menggelar doa bersama.  (Barratut Taqiyyah Rafie/Sumber: BBC)
 

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help