TribunKalteng/

Cegah Stanting, Fatayat NU Gelar Halaqoh

kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari partisipasi pada program Kampanye Gizi Nasional (KGN).

Cegah Stanting, Fatayat NU Gelar Halaqoh
Istimewa
Fatayat NU menyelenggarakan Halaqah Jihad Cegah Stanting di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (13/12/2017). 

Rais Syuriah PBNU, KH. Ahmad Ishomuddin menyampaikan pentingnya jihad (bersungguh-sungguh) dalam upaya pencegahan stanting oleh para Dai dan Daiyah.

“Dalam Islam sudah jelas dipaparkan tentang perintah hidup sehat, mengkonsumsi makanan bergizi, termasuk peran suami yang harus bertanggungjawab untuk menyediakan kecukupan gizi keluarganya” tutur Kiai Ishom.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengatakan,  tugas utama untuk memberantas kemiskinan, termasuk di dalamnya adalah stunting sebagai dampak langsung merupakan dibebankan kepada negara. 

"Misalnya di pasal 34 fakir miskin dan anak terlantar," kata Robikin saat membuka Halaqah Alim Ulama dan Da'iyah NU yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Fatayat NU.

Hal tersebut, katanya, sebagaimana disebutkan secara jelas dalam Al-Qur'an. Pertama, memastikan warga negaranya terbebas dari kelaparan, gizi buruk, segala macam penyakit yang bisa ditimbulkan dari kemiskinan. Kedua, memberi jaminan serta perlindungan atas keamanan. Yakni memastikan bahwa setiap warga negara terbebas dari rasa takut. Misalnya rasa takut untuk menyampaikan pendapat. 

“Sekarang kan banyak orang yang menyampaikan kebenaran merasa terancam karena digunakan mimbar untuk menebarkan hoaks, untuk memfitnah, untuk hate speech," ujar Robikin.

Halaqah juga menghadirkan Guru Besar dan Ahli Gizi The University of Alma Ata Hamam Hadi, dan DR. Sri Kusumastuti Rahayu (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan /TNP2K).

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help