TribunKalteng/

Kabar Dunia

Penyelundupan Emas Bikin Pusing Pemerintah Jepang, Ternyata Begini Modusnya

petugas Bea Cukai menemukan rekor 467 kasus penyelundupan emas selama periode satu tahun sampai Juni tahun 2017.

Penyelundupan Emas Bikin Pusing Pemerintah Jepang, Ternyata Begini Modusnya
NNN
Kerugian 870 juta yen dari penyelundupan emas. 

TRIBUNKALTENG.COM, TOKYO - Kementerian Keuangan Jepang mempererat peraturan dan meningkatkan hukuman bagi penyelundup emas di tengah gelombang meningkatnya penyelundupan emas akhir-akhir ini serta upaya pelaku berusaha menghindari pembayaran pajak.

Menurut data pemerintah, petugas Bea Cukai menemukan rekor 467 kasus penyelundupan emas selama periode satu tahun sampai Juni tahun 2017.

Baca: Foto Umi Pipik Rangkul Sunu Editan, Fakta Ini Mengungkapnya

Jumlah ini naik 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kasus tersebut mewakili non-pembayaran dari total pajak sekitar 870 juta yen, angka yang juga paling banyak tercatat. Kerugian sangat besar bagi pemerintah Jepang," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (11/11/2017).

Sebagian besar kasus melibatkan penyelundup yang memiliki bar emas tersembunyi yang tiba di Jepang dengan pesawat terbang dari Korea Selatan, Hong Kong dan Taiwan.

Pada bulan Desember tahun lalu, empat wanita Korea ditangkap setelah mereka ketahuan menyembunyikan batangan emas di celana dalamnya.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 Khusus Formasi Kabupaten/Kota Segera Dibuka, Ini Tahapannya

Menguatnya lonjakan dalam kasus tersebut antara lain karena lonjakan pajak konsumsi (PPN) dari 5 persen menjadi 8 persen yang terjadi pada bulan April 2014.

Setelah tidak mengumumkan emas ke petugas Bea Cukai dan menghindari pajak, penyelundup menjualnya di sebuah toko logam mulia dengan harga tertentu. Sudah termasuk bea pajaknya, sehingga menarik bagi pembelinya.

Kementerian Keuangan mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya mempertimbangkan untuk menaikkan denda--saat ini sebesar 10 juta yen--pada tahun 2018 untuk orang-orang yang tertangkap menghindari pajak atas emas sebagai satu cara untuk menghentikan lonjakan insiden.

"Pilihan lainnya adalah menerapkan peralatan deteksi khusus, termasuk detektor logam, di tempat-tempat pemeriksaan pabean di bandara," kata kementerian tersebut. (Tribunnews.com/Richard Susilo dari Tokyo)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help