Beli Kawasaki Ninja Pakai Uang Receh, Ini Pengakuan Penjual Daging Giling

Khusus untuk pecahan seribu dan pecahan lima ratus masing-masing dipisahkan. Uang itu disimpan dalam gentong plastik besar.

Beli Kawasaki Ninja Pakai Uang Receh, Ini Pengakuan Penjual Daging Giling
ist/instagram @kawasaki_madiun
Postingan Instagram akun @kawasaki_madiun yang menunjukkan uang-uang receh yang dipakai penjual daging di Ponorogo untuk membeli Kawasaki Ninja seharga Rp 64 juta. 

TRIBUNKALTENG.COM, MAGETAN - Sepasang suami istri bernama Eko Margono (40) dan Ernawati (35) yang membeli motor Kawasaki Ninja 250 cc menggunakan uang receh di sebuah dealer Kawasaki di Ponorogo beberapa hari lalu, ternyata seorang pengusaha daging giling.

Ditemui di rumahnya di RT15/RW3 Desa Kediren, Kecematan Lembeyan, Kabupaten Magetan, pasangan suami istri ini mengaku tak menyangka foto mereka saat membeli motor Kawasaki Ninja 250 cc seharga Rp 64.213.000 dengan uang receh menjadi viral di media sosial.

"Saya juga kaget, kok tiba-tiba banyak yang menghubungi menanyakan itu," kata Ernawati, saat ditemui di rumahnya, Jumat (10/11/2017) petang.

Baca: Tinggal Sendiri Di Gubuk, Begini Kehidapan Nenek Berusia 130 Tahun Ini Sehari-hari

Begitu juga dengan suaminya, Eko Margono (40) juga tak menyangka. Ia mengaku tidak ada niat untuk mencari sensasi atau mencari perhatian.

"Saya nggak ada niat untuk cari sensasi. Buat apa bikin sensasi, wong saya ini cuma wong ndeso," kata Eko merendah.

Ia menuturkan, dirinya membayar pembelian motor Kawasaki Ninja 250 cc menggunakan uang recehan bukanlah tanpa sebab. Ayah dua anak ini mengatakan, memang uang yang mereka miliki sebagian besar berbentuk pecahan koin seribuan.

Uang koin itu, merupakan uang dari para pedagang bakso pentol yang membeli daging gilingnya. Eko sehari-hari berprofesi sebagai penjual daging giling.

Baca: Hantamkan Martil 6 Kali ke Muka Korban, Lalu Ditembak Polisi, Ternyata Hanya Dapat Rp 9 Ribu

Ada sekitar seratus lebih pedagang pentol di Magetan yang menjadi pelanggannya. Setiap hari, para penjual pentol yang membeli daging giling milik Eko, dan membayarnya menggunakan uanG recehan.

"Saya mempunyai usaha penggilingan bakso. Uang recehan itu dari para pedagang pentol. Mereka kan punya receh banyak dari anak-anak, yang beli pentol," jelasnya.

Oleh istrinya, uang koin itu dikumpulkan selama dua tahun. Khusus untuk pecahan seribu dan pecahan lima ratus masing-masing dipisahkan. Uang itu disimpan dalam gentong plastik besar.

"Saya masukan setiap hari. Jumlahnya nggak pasti kadang Rp 60 ribu, kadang Rp 100 ribu," kata pria penggemar motor sport ini. 

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help