TribunKalteng/

Tantangan Ini Wajib Diketahui Mahasiswa Fakultas Syariah Setelah Gelar Jadi SH

tidak ada alasan lembsga maupun organisasi profesi seperti advokad dan pengacara menolak sarjana Syariah

Tantangan Ini Wajib Diketahui Mahasiswa Fakultas Syariah Setelah Gelar Jadi SH
Istimewa
Prof Dr Darussalam Samsuddin bersama Dekan Fakultas Syariah IAIn Palangkaraya Saikhu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Perubahan gelar Sarjana Hukum bagi sarjana syariah, membuka angin segar bagi para penyandangnya.

Itu karena sejumlah prospek akan terbuka bagi mereka, khususnya pada lapangan pekerjaan.

Ini diungkapkan Dekan Fakultas UIN Alauddin Makkassar Prof Dr Darussalam Samsuddin pada saat menjadi narasumber di Kuliah Dosen Tamu yang digelar IAIN Palangkaraya, Senin (6/11/2017).

Baca: Di-bully karena Berkerudung di Konferensi Dunia, Ini Jawaban Menohok Yenny Wahid

"Apabila RUU tentang jabatan hakim disahkan oleh DPR, sarjana hukum Islam, sarjana syariah untuk pengadikan agama dapat masuk untuk pengadilan umum, pengadikan negeri, pengadilan tata usaha negara, dan pengadilan militer," kata Darussalam.

Dengan demikian, timpal dia, tidak ada alasan lembsga maupun organisasi profesi seperti advokad dan pengacara menolak sarjana Syariah ikut masuk ke dalamnya.

Namun untuk bisa mencetak sarjana syariah berkualitas, lanjut dia, diperlukan adanya standar kompetensi lulusan terkait kualifikasi kemampuan lulusan.

Kompetensi itu antara lain menyangkut sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan. Ini juga termasuk kemampuan sarjana syariah beracara di persidangan pengadilan umum.

Baca: Tanpa Modal Tapi Bisa Hasilkan Rupiah Lewat Instagram, Begini Caranya

"Kita mau stok baru dengan barang baru. Fakultas pencetak sarjana hukum harus memiliki kurikulum yang layak untuk itu," kata Darussalam.

Untuk memenuhi ketentuan ini, IAIN Palangkaraya sendiri sebelumnya dinyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah.

Sebagaimana diungkap Dekan Fakultas Syariah IAIN Palangkaraya Saikhu, pengembangan dimaksud antara lain juga terkait penyempurnaan kurikulum berstandar, peningkatan kualitas dosen, serta perluasan akses serta kerja sama antarlembaga perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Dengan akan dilakukannya sejumlah perubahan tersebut, mahasiswa Fakultas Syariah dipastikan bakal lebih menerima muatan berbobot yang nantinya diharapkan memiliki kompetensi seorang sarjana hukum yang dimaksud dalam ketentuan yang ada. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help