TribunKalteng/

Kebohongan Dwi Hartanto, Ibundanya Juga Tidak Tahu

Mahasiswa doctoral di Technische Universiteit (TU) Delft, Belanda ini ramai dibicarakan lantaran berbohong

Kebohongan Dwi Hartanto, Ibundanya Juga Tidak Tahu
Dwi Hartanto 

Dwi Hartanto dan berbagai bualannya ramai jadi perbincangan warganet di media sosial. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa kebohongan semacam ini mampu menembus proses verifikasi media dan menjadi cerita inspiratif yang laku keras di internet?

Baca: Sempat Bawa Nama Habibie, 6 Fakta Kebohongan yang Dilakukan Dwi Hartanto

Seperti ditlansir BBC Indonesia, lewat klarifikasi di atas materai, pemuda yang bersekolah di Technische Universiteit Delft Belanda itu mengaku 'khilaf' telah mengedarkan informasi tak benar seputar kompetensi dan latar belakangnya di bidang teknologi dirgantara.

Klaim sebelumnya yang mengatakan Dwi jebolan Tokyo Institute Technology Jepang yang merancang wahana peluncur satelit untuk Kementerian Pertahanan Belanda dan mengerjakan proyek strategis Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), seluruhnya bohong.

Dia pun tidak pernah menyabet juara di lomba riset antar badan antariksa di Jerman dan tidak pernah diajak bertemu oleh mantan Presiden BJ Habibie.

Komentar Netizen

@vinedict): Tidak tahu apa yg sbnrnya terjadi di belakang layar, sidang #DwiHartanto akhirnya beneran ditunda. pic.twitter.com/X9ZnfYUxf4

@arierdty: dwi hartanto oh mas dwi, kasian sampe sidang disertasi ditunda

@arierdty: Faktanya, Dwi lulus dari Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta pada 15 November 2005. Seperti dikutip Tempo, Rektor AKPRIND, Amir Hamzah mengatakan Dwi lulus dengan predikat cum laude, menyandang predikat lulusan terbaik, dan punya indeks prestasi kumulatif 3,88. Kini dia sedang menyelesaikan program doktoral dalam kelompok riset intelijensi interaktif, dan bukan sebagai asisten profesor seperti yang dibualkan.

@cayindraIni:  sejatinya masalah umum: Kita dihadapkan pd informasi yg banyak tanpa bisa memilahnya, maka bergantung pd mesin pencari. #DwiHartanto #8

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help