TribunKalteng/

Berita Regional

Badan Memar Membiru karena Digigit Kuyang, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang-orang khususnya wanita kebanyakan heran saat mendapati bercak biru memar di kaki saat bangun tidur.

Badan Memar Membiru karena Digigit Kuyang, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi - Kuyang 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Orang-orang khususnya wanita kebanyakan heran saat mendapati bercak biru memar di kaki saat bangun tidur. Anehnya, memar biru itu tidak sakit sama sekali.

Memar biru itu pun sering dikaitkan dengan legenda kuyang. Kuyang dianggap doyan mengisap darah kotor orang haid atau darah wanita bekas melahirkan dan darah bayi yang baru lahir, namun tidak sampai menyebabkan korbannya kehabisan darah dan meninggal.

Dilansir tribunlifestyle, bercak biru ini adalah penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Biasanya ditemukan di tungkai kaki atau lengan dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria.

Kabar baiknya, memar tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri tanpa diobati. Kondisi ini juga tidak berkaitan dengan penyakit lain.

Baca juga: Dor! Anggota Polsek Ini Tewas Setelah Tembak Kepala Sendiri

Ilustrasi - Kuyang
Ilustrasi - Kuyang ()

Hanya saja, bercak ini bisa timbul lagi, dan kadang bersamaan dengan siklus menstruasi. Untuk memahami terjadinya penggumpalan darah, tubuh harus mempertahankan agar darah tetap berbentuk cairan dan tetap mengalir dalam sirkulasi darah.

Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi pembuluh darah, jumlah dan kondisi sel darah trombosit, serta mekanisme pembekuan darah yang harus baik.

Pada kasus memar, penggumpalan darah atau pendarahan akan terjadi bila fungsi salah satu atau lebih dari ketiga hal tersebut terganggu.

Banyak pula ditemukan orang yang mengalami memar memiliki pembuluh darah kapiler yang rentan, sehingga memudahkan terjadinya penggumpalan darah. Ketika pembuluh darah rusak, darah akan bocor ke daerah sekelilingnya.

Darah tersebut cenderung untuk berkoagulasi atau menggumpal. Ini yang menyebabkan terjadinya bercak biru atau memar. (Banjarmasin Post/Amirul Yusuf)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help