Home »

News

» Sains

Sains

Kenapa Menangis Saat Mengiris Bawah Merah? Ini Jawabannya

Tak perlu patah hati untuk menangis. Cukup pergi ke dapur dan memotong bawang.

Kenapa Menangis Saat Mengiris Bawah Merah? Ini Jawabannya
an
Bawang merah

TRIBUNKALTENG.COM - Tak perlu patah hati untuk menangis. Cukup pergi ke dapur dan memotong bawang. Efeknya telah menjadi rahasia umum bagi para penghuni dapur.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Mari kita simak penjelasan logis yang diutarakan oleh Duane Mellor, salah seorang dosen senior di Conventry University.

Mellor mengatakan, saat sel bawang dirusak, bahan memasak itu mengeluarkan propantial S-oksida. Kandungan itu ditujukan untuk menghentikan kerusakan akibat hama.

Bila menguap, propantial S-oksida akan mengiritasi kelenjar lakrimal yang memproduksi air mata, dan Anda pun menangis. Untungnya, propantial S-oksida yang dikandung bawang hanya sedikit hingga tak merusak mata.

Baca: Ramalan Zodiak Anda, Asmara Leo: Ada Mulut yang Usil tuh!

Mekanisme pertahanan bawang sedikit berbeda dengan sayuran. Terbukanya sel sayuran akan menghasilkan polifenol yang memiliki rasa pahit. Hal itu akan menghentikan hewan untuk melahap sayuran lebih jauh.

Mari kita simak proses tangisan ini lebih jauh. Pada mulanya, bawang menyerap sulfur dari tanah dan disimpan dalam senyawa PRENCSO 1 (1-propenil-L-sistein sulfoksida). Lalu, PRENCSO 1 akan menghasilkan ammonia dan zat lain yang disebut asam 1-propenilsulfat. Kemudian, zat lainnya yang turut berperan adalah propantial s-oksida.

Beruntunglah kita. Tak semua bawang punya kemampuan membuat kita bersedih, seperti bawang putih. Hal ini dipengaruhi oleh seberapa jauh sulfur diserap oleh bawang.

“Bergantung pada tanah dan kondisi pertumbuhannya. Tingkat belerang yang lebih tinggi di dalam tanah membantu meningkatkan hasil panen dan ketajaman bawang,” kata Mellor dalam tulisannya di The Conversation, Rabu (27/9/2017).

Baca: Meade Kembali Ramalkan Terjadinya Kiamat, Kali Ini 15 Oktober 2017, Begini Teorinya

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help