TribunKalteng/

Kabar Dunia

AS Tarik Sebagian Staf Kedubes di Havana karena 'Serangan Misterius'

Pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa mereka percaya beberapa jenis senjata suara yang tidak terdengar digunakan terhadap staf AS

AS Tarik Sebagian Staf Kedubes di Havana karena 'Serangan Misterius'
AP/ Desmond Boylan
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana, Kuba. Foto diambil pada 14 Agustus 2017. 

TRIBUNKALTENG. COM, WASHINGTON - Amerika Serikat menarik lebih dari setengah personelnya dari Kedutaan Besar AS di Havana, Kuba. Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas keyakinan adanya "serangan spesifik" yang sudah dialami setidaknya 21 staf AS di sana.

Informasi ini diungkapkan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, Jumat (29/9/2017), seperti diberitakan AFP. 

"Sampai Pemerintah Kuba dapat menjamin keamanan personel Pemerintah AS di Kuba, staf di kedutaan kami akan dikurangi menjadi petugas darurat," kata pejabat tersebut.

Operasi visa rutin juga akan dihentikan tanpa batas waktu akibat "serangan kesehatan" misterius, yang telah memperburuk lagi hubungan antara Havana dan Washington.

"Karyawan yang menjadi korban menderita cedera akibat serangan ini, termasuk gangguan pendengaran, masalah keseimbangan, keluhan pengelihatan, sakit kepala, kelelahan, masalah kognisi, dan sulit tidur."

Pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa mereka percaya beberapa jenis senjata suara yang tidak terdengar digunakan terhadap staf AS baik di dalam lingkungan kedubes maupun di kediaman mereka di Havana.

Washington tidak menuduh Kuba berada di balik insiden tersebut, namun AS pun telah berulang kali memperingatkan, Havana bertanggung jawab atas keamanan utusan asing di wilayahnya.

Hubungan antara AS dan Kuba dipulihkan oleh Presiden Barack Obama dan mitranya Raul Castro pada tahun 2015.

Sebelum itu, selama setengah abad kedua negara terlibat dalam Perang Dingin dan memutuskan hubungan.

Selain warga AS, warga Kanada di Kuba juga terkena dampak kondisi ini.

Seorang sumber yang dekat dengan kedutaan negara tersebut mengatakan kepada AFP, lebih dari lima keluarga terkena dampak, termasuk beberapa anak.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, Washington mempertimbangkan apakah akan menutup kedutaan besarnya karena masalah ini.

Sementara, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla pekan lalu juga angkat bicara. 

Menurut Parrilla, Kuba tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim AS bahwa para diplomat tersebut dirugikan karena serangan misterius. (Glori K. Wadrianto)

Berita ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul: Yakini Ada "Serangan Misterius", AS Tarik Stafnya dari Kedubes Havana

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help