TribunKalteng/

Yansen Binti Cs Bakal Jalani Sidang Dugaan Pembakaran Sekolah di Jakarta

Proses pemberkasan perkara kasus dugaan pembakaran sekolah di Kalimantan Tengah oleh pihak kepolisian hampir rampung, sehingga proses peradilan kasus

Yansen Binti Cs Bakal Jalani Sidang Dugaan Pembakaran Sekolah di Jakarta
Tribunnews.com/Fahdi
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Proses pemberkasan perkara kasus dugaan pembakaran sekolah di Kalimantan Tengah oleh pihak kepolisian hampir rampung, sehingga proses peradilan kasus ini akan segera digelar.

"Kalteng dalam pemberkasan, berkas sedikit lagi. (Berkas) penangkapan awal sudah," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017). 

Herry Rudolf mengungkapkan bahwa meski proses pidana dilakukan oleh para tersangka di Palangkaraya, Kalteng, namun persidangan rencananya akan dilakukan di Jakarta.

"Rencananya persidangan kita minta ke Jakarta," ungkap mantan Direktur Penindakan BNPT ini.

Polisi beralasan persidangan digelar di Jakarta agar kondisi masyarakat di Palangkaraya tidak terganggu. Meski dirinya mengakui bahwa selama kasus ini digelar situasi dan kondisi di Palangkaraya tetap tenang.

"Biar konstelasi lokal tidak terganggu, resistensi sebenarnya nggak. Tapi kita mengharapkan di Kalteng tetap tenang," jelas Herry Rudolf.

Seperti diketahui dari hasil pendalaman, Polda Kalimantan Tengah akhirnya menetapkan seorang anggota DPRD Kalimantan Tengah sebagai tersangka pembakar sekolah, Senin (4/9/2017).

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yansen Binti telah ditetapkan polisi sebagai tersangka pembakar tujuh bangunan sekolah dasar (SD) di Kota Palangkaraya.

Politisi Partai Gerindra itu ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa polisi selama 12 jam.

Penyidikan terus dilakukan, terutama untuk mengetahui peran tersangka serta alasan pembakaran.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help