Kabar Haji

Suhu Tubuh Berlebih, Dua Jamaah Haji Kalteng Terjaring Pemindai Panas

Pemeriksaan kesehatan secara ketat dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terhadap jemaah haji yang baru kembali dari tanah suci.

Suhu Tubuh Berlebih, Dua Jamaah Haji Kalteng Terjaring Pemindai Panas
Kemenag Kalteng
Alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) yang dipasang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terhadap jemaah haji yang baru datang dari tanah suci di Asrama Haji Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemeriksaan kesehatan secara ketat dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terhadap jemaah haji yang baru kembali dari tanah suci.

Seperti di Asrama Haji Almabrur Palangkaraya, antisipasi berbagai virus dilakukan dengan tindakan pemasangan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner).

Tindakan itu sendiri dilakukan, sebagai langkah antisipasi masuknya virus corona atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).

Hasilnya, dua jemaah haji asal Kalteng diindikasi memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat sehingga harus menjalani pemeriksaan lanjutan oleh pihak KKP.

“Dari empat kloter jamaah yang datang, yaitu kloter 8, 9, 10 dan 11, baru ada dua jamaah yang terdeteksi suhu badannya mencapai 38 derajat lebih. Satu jamaah dari kloter 9 dan satu jamaah kloter 10. Tim kesehatan kita akan terus memantau perkembangan kedua jamaah itu,” ujar Kepala KKP Palangkaraya Solihin seperti dikutip dari situs Kemenag Kalteng.

Tidak disebutkan identitas maupun asal daerah jemaah haji yang ketika itu dinyatakan terjaring alat pemindai panas tubuh.

Namun disebutkan, jamaah diingatkan untuk segera berobat ke rumah sakit terdekat dengan membawa buku kesehatan haji jika selama kurun waktu 2-14 hari mengalami ganguan sakit.

“Jika lebih dari 14 hari tidak ada ganguan kesehatan, maka kita juga meminta agar jamaah segera mengirimkan halaman belakang kartu kewaspadaan kesehatan jamaah haji kepada petugas kesehatan di puskesmas terdekat,” ucapnya.

Diungkapkan, virus MERS-CoV mempunyai masa inkubasi antara 2-14 hari sebelum menjadi penyakit. Salah satu gejala terinfeksi virus ini adalah suhu tubuh yang tinggi mencapai 38 derajat lebih. Karena itu jika ada jamaah yang terdeteksi suhu tubuhnya tinggi akan langsung diperiksa intensif.

Solihin juga mengaku terus mensosilaisasikan kepada jamaah yang tiba di asrama Debarkasi Haji Antara Palangkaraya untuk terus menjaga kesehatan setelah pulang ke kampung halaman dengan mengaja pola makan dan pola istirahat.

Pemasangan alat pemindai suhu tubuh ini merupakan kebijakan dari Kementerian Kesehatan.

“Sesuai SOP, semua jamaah haji yang baru datang dari Timur Tengah wajib diperiksa suhu tubuhnya, jika tinggi, harus diperiksa lebih lanjut karena dikhawatirkan terkena virus berbahaya yang bisa menular,” kata dia. (Kemenag Kalteng)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help