TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Layani Pelanggan Lebih 4 Jam, PSK Muda Ini Mengaku Dipaksa

Enam penginapan digeruduk petugas, satu pasangan dari salah satu penginapan punk diciduk karena melakukan transaksi prostitusi.

Layani Pelanggan Lebih 4 Jam, PSK Muda Ini Mengaku Dipaksa
banjarmasinpost.co.id
Am dan teman kencannya saat diperiksa petugas Satpol PP Banjarbaru, Rabu (20/9/9). 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU – Pengakuan mengejutkan terlontar dari mulut AM, seorang perempuan muda yang ditangkap saat Giat Satpol PP Banjarbaru di penginapan kelas melati, di kawasan Landasanulin, Rabu (20/9/2017) tadi. Dia mengaku awalnya dipaksa.

Kasihan. Perempuan usia 24 tahun warga Jalan Manggis, Banjarmasin Timur Ini mengaku awalnya dipaksa melayani dan menemani lelaki hidung belang yang 'membookingnya' yakni Aman (30) warga asal Handil Bakti tidak hanya empat jam.

"Gila. Saya diminta melayani sampai pukul 17.00 WITA awalnya, dari pukul 10.00 Wita. Dipaksa, saat transaksi awal melalui handphone. Saya tidak mau , karena dia juga tidak mau bayar Rp 1 juta. Akhirnya setelah tawar menawar melalui SMS, disepakati Rp 700 ribu untun empat jam dari pukul 11.00-15.00 WITA," beber AM.

Baca: Alamak! Sudah Bayar Rp 700 Ribu Untuk Empat Jam Kencan, Baru Sekali Main Keburu Digerebek

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Seorang perempuan muda ditangkap aparat Satpol PP Banjarbaru di sebuah penginapan karena melakukan transaksi prostitusi.

Am seorang perempuan muda, ditangkap  saat Giat Satpol PP Banjarbaru menyasar tempat penginapan kelas melati, di kawasan Landasanulin, Rabu (20/9/2017).

Enam penginapan digeruduk petugas, satu pasangan dari salah satu penginapan punk diciduk karena melakukan transaksi prostitusi.

Kasatpol PP Banjarbaru Marhain Rahman mengatakan AM dan Aman diamankan karena langgar Perda nomor 6 tahun 2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

"Transaksi sudah terjadi, keduanya wajib lapor dan proses terus jalan," katanya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help