TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Warga Waswas Ikut Vaksinasi Setelah Kabar Ada Anak Tewas Gara-gara Vaksin MR

Kiki Pratama (45) mengaku merasa ngeri-ngeri sedap ketika mengetahui informasi dari media bahwa ada anak meninggal setelah menerima imunisas

Warga Waswas Ikut Vaksinasi Setelah Kabar Ada Anak Tewas Gara-gara Vaksin MR
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (14/9/2017) 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Kiki Pratama (45) mengaku merasa ngeri-ngeri sedap ketika mengetahui informasi dari media bahwa ada anak meninggal setelah menerima imunisasi Measles Rubella (MR). Wajar Kiki khawatir lantaran dia memiliki balita yang dalam tahap asupan vaksin.

“Pas tadi baca jadi khawatir kalau ada seperti itu di Kalsel. Padahal, anak saya Hunafa Pratama usianya tiga tahun. Imunisasi bulanan, ngambil jadwal posyandu,” ujarnya, kemarin.

Warga lainnya, Mahabara, juga khawatir jika mau mengimunisasi anaknya. “Alvaro anak saya ini rutin. Malah khawatir, semoga saja di Kalsel tidak ada kejadian seperti di Bantul itu,” tuturnya.

Untuk diketahi, Nana Puspita Sari (14), siswi SMP Negeri 3 Kasihan Bantul, Yogyakarta, meninggal dunia pada Jumat (8/9) usai diimunisasi MR. Nana menjalani imunisasi pada Selasa (29/8) lalu. Kasus ini langsung diinvestigasi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Kasus kematian setelah imunisasi MR tidak sekali itu saja. Sebelumnya, Dimas (4) warga Dusun Besole Desa RT 1 RW 3 Desa Darungan, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal pascadiimunisasi MR pada 16 September lalu.

Ada pula Sarifah (11) pascamengikuti imunisasi MR di sekolahnya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia. Belakangan, Tri Woro, Kadinkes Lumajang Jawa Timur, Sabtu (9/9) mengklarifikasi bahwa kemarian Sarifah bukan karena imunisasi MR, melainkan karena sakit.

Kementerian Kesehatan menggulirkan program MR atau Measles (campak) dan Rubella pada anak-anak sekolah di Pulau Jawa pada 2017. Program itu untuk mengeliminasi penyakit campak dan mengendalikan penyakit rubella, serta kecacatan bawaan akibat rubella, atau Congenital Rubella Syndrom hingga 2020.

Vaksinasi dilakukan dua tahap, yakni Agustus-September di Pulau Jawa. Tercatat sudah ada 13.475.438 juta anak di Pulau Jawa mendapatkan imunisasi vaksin campak tersebut.

Deretan kasus yang entah kebetulan muncul bersamaan program pemerintah itu memang menimbulkan kekhawatiran. Ratusan orangtua menolak vaksinasi MR di Jawa Tengah. Lebih dari 300 anak tidak akan menerima vaksin MR.

Para orangtua menganggap vaksin MR mengandung zat yang diharamkan agama. Warga yang menolak berasal dari desa di tiga kabupaten, yakni Sukoharjo, Karanganyar, dan Temanggung.

Adapun di Kalsel, program serupa baru digeber pada 2018. Tapi, ketakutan di kalangan warga mengemuka dengan adanya kasus kematian diduga pascamenerima imunisasi MR.

Bahkan, bagi mereka yang apatis terhadap program imunisasi, malah kian menguatkan untuk tidak membolehkan anaknya menerima imunisasi apa pun, termasuk MR. (lis/tribunnews/dtc/okn/vci/sjc)

Berita ini telah diterbitkan harian Banjarmasin Post cetak edisi Kamis (14/9/2017)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help