TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Pengacara Banua Ini Dijemput Petugas Kejari Malam-malam, Ini Kasusnya

Dieksekusinya pria ini karena Putusan MA No:619 K/PID/2016 tanggal 27 Juli 2016 telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkrach) dengan pidana penjara

Pengacara Banua Ini Dijemput Petugas Kejari Malam-malam, Ini Kasusnya
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Pengacara asal Banua Hairandra Suryadinata SH yang kerap dipanggill Ahai (berkacamata) didampingi jaksa dari Kejari Banjarmasin. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Jajaran Kejaksaan Negeri Banjarmasin melakukan eksekusi terhadap satu pengacara asal Banua Hairandra Suryadinata SH yang kerap dipanggill Ahai di kediamannya di Jalan Cempaka XI Banjarmasin Tengah, Selasa (12/9/2017) malam,

Eksekusi ini sendiri dilakukan setelah ada surat permohonan bantuan dan pengawalan dari Kejari Surabaya. Ahai sendiri saat ini telah berada di Kejari Banjarmasin untuk menunggu dijemput pihak Kejari Surabaya.

Dieksekusinya pria ini karena Putusan MA No:619 K/PID/2016 tanggal 27 Juli 2016 telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkrach) dengan pidana penjara dua tahun penjara.

Kejari Banjarmasin Taufik Satia Diputra melalui Kasi Pidum Wiradarma SH membenarkan pihaknya telah melakukan eksekusi terhadap Hairandra Suryadinata SH.

"Ia tadi malam kita eksekusi di rumahnya saat ini kita tengah menunggu pihak Kejari Surabaya," paparnya,

Menurutnya kasus yang menimpa Hairandra ini pada sekitar Pebruari 2013 lalu dimana ia dilaporkan seseorang dalam kasus dugaan penipuan.

Dalam putusan PN Surabaya ia divonis enam bulan, padahal jaksa menuntut 18 bulan. Atas vonis ini jaksa banding dan ditingkat PT ia divonis 2 tahun.

Hairandra pun kasasi ke MA dan akhirnya putusan MA keluar selama dua tahun penjara atau menguatkan putusan PT Surabaya. Atas dasar inilah dilakukan eksekusi.

Hairandra sendiri ditanya apakah ia masih pengacara? Ia mengatakan masih.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help