TribunKalteng/

Kajian Islam

Kisah Penggali Kubur yang Nekat Setubuhi Jenazah, Ini yang Kemudian Terjadi

Entah apa yang dipikirkannya, pria tersebut gemar mencuri kain kafan milik jenazah yang telah ia kuburkan.

Kisah Penggali Kubur yang Nekat Setubuhi Jenazah, Ini yang Kemudian Terjadi
via Tribunsumsel
Ilustrasi 

Setelah saya menanggalkan kain kafannya, jadi saya tinggalkan ia.

Tak jauh saya meninggalkannya, jadi naiklah nafsuku.

Oleh kerana tidak bisa menahan nafsu, saya kembali pada mayat itu lantas akupun menyetubuhinya.

Setelah saya memuaskan nafsu, jadi saya tinggalkan dia."

Belum jauh saya mengedar dari situ, tiba-tiba gadis itu bangun dan berkata, "Celaka benar anda wahai pemuda!

Bukankah anda berasa malu pada Tuhan yang bakal membalas pada hari pembalasan kelak!

Apabila tiba masanya setiap orang yang zalim bakal dituntut oleh yang teraniaya!

Kau biarlah saya telanjang serta kau hadapkan saya pada Allah SWT dalam kondisi junub!’ ”

Usai Rasulullah mendengar info dari pemuda itu, dengan segera Rasulullah bangun sembari bersabda

“Hai orang yang fasik!, memang layak anda masuk neraka dan keluarlah anda dari sini”

Sepanjang 40 hari pemuda itu memohon ampun pada Allah dan saat malam ke 44, ia melihat ke langit sambil berdoa:

“Ya Allah, Tuhan pada Rasulullah, Nabi Adam dan Udara, bila Engkau sudah mengampunkannu, jadi beritahulah Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Bila tak, jadi kirimkan pada saya api dari langit dan bakarlah saya di dunia ini dan selamatkan saya dari siksa akhirat.”

Tak berapakah lama selepas momen itu, turunlah Malaikat Jibril A.S menjumpai Rasulullah. Selepas berikan salam Jibril AS berkata, “Wahai Muhammad, Tuhanmu berikan salam padamu.”

Jawab Rasulullah SAW “Dialah Assalam dan daripada-Nya salam dan kepada-Nya semua keselamatan.”

“Allah bertanya, apakah anda yang jadikan makhluk?”

“Dialah Allah yang jadikan segala makhluk.”

“Adakah anda yang memberi rejeki pada makhluk?”

“Dialah Allah yang memberi rejeki pada saya dan makhluk-makhluk yang lain.”

“Apakah anda berikan taubat pada mereka?”

“Dialah Allah yang terima taubat dariku dan mereka.”

“Allah berfirman, maafkanlah hamba-Ku itu kerana Saya sudah memaafkannya.”

Jadi segera baginda memanggil pemuda itu dan menjelaskan padanya bahawa Allah sudah terima taubatnya dan memaafkannya.

Nabi pernah mengalami hal seperti itu dan langsung ditegur oleh Allah SWT.

Apalagi ketika kita yang mencela dan mengolok-olok mereka yang notabene suka berperilaku kasar, gemar mengerjakan dosa, dan juga tak pernah beribadah.

Ketahuilah bahwa mereka bisa saja bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT, dan ketika mereka telah berubah untuk tak lagi mendekati dosa.

Maka bisa jadi mereka lebih baik dari kita yang mengaku setiap hari berbuat kebaikan.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help