TribunKalteng/

Seputar Kalsel

Terdakwa Pemenggal Kepala di Musala Divonis Bebas Tuntutan Hukum, Ini Alasan Majelis Hakim

Terdakwa kasus pembunuhan, Muhammad Nasiruddin (69) divonis bebas dari tuntutan hukum oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari.

Terdakwa Pemenggal Kepala di Musala Divonis Bebas Tuntutan Hukum, Ini Alasan Majelis Hakim
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Sukoyo korban pembunuhan di Sungai Cuka, Tanahlaut 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Terdakwa kasus pembunuhan, Muhammad Nasiruddin (69) divonis bebas dari tuntutan hukum oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari.

Hasil putusan bebas itu dikatakan penasihat hukum terdakwa, Hajjah Sunarti, petugas pada Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Pelaihari, Selasa (12/9/2017).

Dalam salinan putusan itu, majelis hakim yang bertanda tangan, Ketua Boedi Haryantho serta dua hakim anggota, Leo Mampe Hasugian dan Harries Konstituanto juga memerintahkan negara memusnahkan senjata tajam dan memusnahkan barang bukti pakaian terdakwa dan pelaku.

Bunyi surat putusan majelis hakim itu juga mengembalikan kedudukan, harkat dan martabat Muhammad Nasiruddin dari dakwaan serta memerintahkan keluarga untuk merawat Muhammad Nasiruddin selama satu tahun di Rumah Sakit Jiwa Sambanglihum Banjarmasin.

"Saya sudah memberikan masukan agar putusan itu diterima saja. Tapi terdakwa memilih pikir-pikir. Alasannya tak mau lagi masuk rumah sakit," ujar Sunarti.

Baca: Broadcast Mayat Tanpa Kepala di Musala Kintap Tanahlaut, Bikin Ngeri Pejabat Banjarbaru

Baca: Tersangka Pemenggal Kepala Sukoyo di Musala Kintap Tanahlaut Masih Misterius

Sunarti menambah Muhammad Nasiruddin terbukti telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 338 dalam KUHP. Namun tindakan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Seperti diwartakan, peristiwa yang dilakukan Muhammad Nasiruddin itu menghebohkan Desa Sungaicuka dan sekitarnya. Itu karena didahului penemuan jasad tanpa kepala di satu musala di Desa Sungaicuka, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, pada 16 Januari 2017 lalu. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help