TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Kisah Karomah Datu Bagul, Selfie di Makam, Ternyata Gambarnya Jadi Begini

Makam Syekh Aminullah atau Datu Bagul di Desa Keramat Baru Kecamatan Martapura Timur selama ini dikenal warga memiliki banyak karomah.

Kisah Karomah Datu Bagul, Selfie di Makam, Ternyata Gambarnya Jadi Begini
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Istiqomah, warga tungkaran menceritakan karomah makam Datu Bagul. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Makam Syekh Aminullah atau Datu Bagul di Desa Keramat Baru Kecamatan Martapura Timur selama ini dikenal warga memiliki banyak karomah.

Beberapa kejadian aneh dialami oleh penziarah yang datang. Seperti yang diungkapkan warga Tungkaran, Istiqomah.

Menurutnya, cerita Karomah Makam Datu Bagul memang banyak yang mengalami. Bahkan anak sulungnya, Lulu pernah mengalaminya.

Ketika itu, Lulu foto selfi di makam Datu Bagul. Tetapi, saat dilihat gambarnya tidak terlihat. Berulang kali, diutak-atik tidak juga muncul gambarnya.

Rupanya, saat mengambil foto selfi Lulu tidak izin dulu. Setelah izin dengan Datu Bagul anehnya gambarnya terlihat.

"Ada juga penziarah yang tidak tahu jalan karena baru pertama kesitu. Saat itu, tiba-tiba di jalan ada yang menunjukkan kesana. Tidak lama, orang itu menghilang," katanya.

Pengalaman aneh juga pernah dialami seorang panitia haul. Ketika itu, salah seorang panitia mengira beras yang dimasak satu blek padahal 15 liter saja. Nasi pun, jadi lembek karena airnya terlalu banyak.

Celakanya, saat itu warga yang hadir cukup banyak termasuk dari Banjarmasin menumpang sebuah bus. Dengan persedian nasi yang minim pastilah tidak cukup.

"Ternyata saat disajikan nasinya tidak lembek dan cukup untuk seluruh jemaah yang hadir. Bayangkan, 15 liter beras cukup untuk 50 warga setempat dan puluhan orang jemaah daru Banjarmasin," katanya.

Ketua Panitia Haul Datu Bagul M Subehan membenarkan banyak karomah yang diperlihatkan dari Makam Datu Bagul yang diketahui warga.

Dulu ketika terjadi kebakaran, pepohonan di sekitar makam tidak terbakar. Saat diteliti, ada makam Datu Bagul di situ.

"Ada juga cerita warga mengambil kayu tidak izin kemudian dikurung api kemudian ditolong orang tua dan disuruh minta izin Banyak juga yang datang berziarah yang hajatnya terkabul. Umumnya, yang datang dari jauh-jauh," kata Subehan. (BANJARMASINPOST.CO.ID/hari widodo)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help