TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Ada Jemaah Kai Harum yang Menemui Buah Kurma Keluar dari Tanah

Kai Harum memang menjadi perbincangan karena ada yang mengatakan ajaran yang disampaikannya sesat. Namun, Kai Harum membantah hal tersebut

Ada Jemaah Kai Harum yang Menemui Buah Kurma Keluar dari Tanah
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Muhammad Asri alias Kai Harum 

TRIBUNKALTENG.COM, AMUNTAI - Muhammad Asri alias Kai Harum, warga Desa Cempaka, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSU) mengatakan, banyak orang yang datang kepadanya untuk didoakan dan minta disembuhkan penyakitnya.

Biasanya orang datang ingin didoakan keinginannya agar terkabul, atau bahkan meminta untuk disembuhkan dari berbagai penyakit termasuk kecanduan obat obatan terlarang.

"Saya bacakan doa ke dalam sebotol air dan orang nanti diminta untuk meminumnya," ujarnya saat ditemui BPost Online, Kamis (7/9/2017).

Kai Harum memang menjadi perbincangan karena ada yang mengatakan ajaran yang disampaikannya sesat. Namun, Kai Harum membantah hal tersebut dan meminta tak usah percaya dengan apa yang disampaikan orang yang tak pernah datang ke majelisnya.

Karena yang diajarkan olehnya dirasa tidak menyimpang, Kai Harum tidak melarang orang yang datang dan jemaahnya untuk salat, puasa dan syariat Islam lainnya.

Dalam majelis yang diadakan setiap malam Senin ini, jemaah diminta untuk salat sendiri di rumah masing-masing. Alasannya tempat yang tidak mencukupi untuk dilakukan salat berjamaah.

Setelah itu jemaah akan diputarkan kaset VCD Guru Bakhiet yang diputar dan didengarkan oleh seluruh jamaah melalui pengeras suara, dan dilanjutkan dengan berzikir.

"Zikirnya tidak ada batasan jumlah, dan tidak ada ketentuan semampunya jamaah," ujarnya.

Sedangkan orang yang biasa datang ke rumah Kai Harum untuk meminta doa dan minta kesembuhan biasanya diberikan nasihat terlebih dulu. Dan memberikan air yang didoakan olehnya untuk diminum.

Sebagian yang datang juga diminta untuk masuk ke dalam gua yang berada di samping rumahnya.

"Siapa yang berani masuk saya suruh masuk, satu per satu terlebih dulu baru bersamaan, ada yang bersalawat dan membaca zikir di dalam gua tersebut," ujarnya.

Beberapa orang yang masuk ke dalam gua dengan keyakinan akan menjumpai hal-hal gaib, seperti buah kurma yang tiba-tiba keluar dari bawah tanah.

Sebagian orang yang datang memang ada yang memberikan dirinya uang, namun dirinya tidak memberikan tarif hanya seikhlasnya.

"Uang yang terkumpul juga saya gunakan untuk masyarakat seperti membangun dan melebarkan jalan untuk masyarakat," ujarnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help