TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Jembatan Basirih II 'Bermasalah', Kejaksaan Pun Turun Tangan

Pengumpulan data-data dengan mengundang pihak terkait seperti kontraktor, konsultan hingga pihak Balai Besar Jalan dan Jembatan, kuasa pengguna

Jembatan Basirih II 'Bermasalah', Kejaksaan Pun Turun Tangan
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Meski belum dibuka secara resmi Jembatan Basirin yang baru selesai pengerjaannya mulai dilewati pengendara., Rabu (25/1/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Penyelidikan pihak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dalam kasus Jembatan Basirih II tampaknya terus dilakukan oleh pihak penyidik.

Dimana meski masih tahap penyelidikan pihak penyidik telah melakukan pengumpulan data dan klarifikasi kepada pihak terkait.

Pengumpulan data-data dengan mengundang pihak terkait seperti kontraktor, konsultan hingga pihak Balai Besar Jalan dan Jembatan, kuasa pengguna anggan sepertinya sudah dillakukan oleh pihak penyidik.

Hingga ekspose pun dilakukan oleh pihak penyidik. Adanya ekspose terhadap kasus Jembatan Basirih II ini sendiri dibenarkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel Abdul Muni SH.

Ditemui disela-sela acara kedatangan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Kamis (7/9/2017) Muni mengungkapkan pihaknya telah ekspose kasus Jembvatan Basirih II ini.

"Kemarin kita ekpose yang dihadiri adpidsus, penyidik," papar Muni seraya mengatakan untuk penyelidikan kasus ini pihaknya telah memintai keterangan berbagai pihak.

Apa hasil ekspose itu? Muni tak merinci namun menurutnya pihaknya akan memerlukan keterangan saksi ahli untuk masalah ini.

Nantinya saksi ahli bisa berasal dari perguruan tinggi. Pada kesempatan ini Muni mengatakan pihaknya pastinya profesional dalam menangani setiap kasus.

"Tentunya jika tak ditemukan unsur kerugian negara akan kita hentikan, tapi kalau ada kerugian akan kita lanjutkan," paparnya.

Sekedar diketahui, Jembatan Basirih II yang saat ini pembangunannya telah selesai ternyata kini proyek multiyears ini tengah ditelisik oleh satu dari sembilan tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan.

Bahkan tim telah melakukan pengumpulan data (pulbaket) atas proyek yang dimulai sejak 2013 ini. Proyek ini sendiri diduga sempat macet pada 2015 dan pada 2016 mulai dikerjakan dan saat ini selesai.

Namun kabarnya finishing jembatan inilah yang menjadi pemeriksaan petugas. (BANJARMASINPOST.CO.ID/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help