TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Jadi Buruh Tani, Bocah Anak Keluarga Miskin di Kelampaian Ini Tak Sekolah

Sarli adalah anak ketiga Syamsi (60), warga Rt 5 Kelampaian Ilir, Kabupaten Banjar yang tinggal di sebuah gubuk yang nyaris roboh.

Jadi Buruh Tani, Bocah Anak Keluarga Miskin di Kelampaian Ini Tak Sekolah
Banjarmasinpost.co.id/Hari Widodo
Sarli (10) memegang ranggaman (alat memanen padi) di tangan. Dengan cekatan bocah tersebut memetik tangkai padi di hadapannya. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Sarli (10) memegang ranggaman (alat memanen padi) di tangan. Dengan cekatan bocah tersebut memetik tangkai padi di hadapannya.

Keringat pun membasahi wajahnya. Teriknya matahari seolah tidak dirasakan Sarli. Penutup kepala jaket yang digunakan menjadi pelindung kepalanya dari panasnya cuaca siang itu.

Sarli adalah anak ketiga Syamsi (60), warga Rt 5 Kelampaian Ilir, Kabupaten Banjar yang tinggal di sebuah gubuk yang nyaris roboh.

Sarli tidak seperti layaknya anak-anak seusianya yang menghabiskan waktu di sekolah. Dia memilih membantu ibundanya bekerja menjadi buruh tani.

Sedangkan kakak Sarli yakni Sahlan juga tidak sekolah. Sahlan, mendapatkan tugas mengasuh si Bungsu Ramadhani dan Maulidah (5).

"Anak-anak saya nggak ada yang sekolah. Soalnya, mereka membantu saya bekerja mencari nafkah," katanya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/hari widodo)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help