TribunKalteng/
Home »

Video

Kalteng Kita

VIDEO: Jejak Kota Bataguh di Kapuas, Banyak Tersimpan Peninggalan Kuno

Kemudian pada saat dilakukan pemetaan dengan menggunakan alat ukur spedometer, jaraknya sekitar 8 kilometer. Pihaknya juga sudah menemukan tempat oran

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - LUAS wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.999 km atau 9,77 persen dari luas Kalteng yang terbagi atas 17 kecamatan, 214 desa serta 17 kelurahan. Kabupaten Kapuas banyak memiliki sungai-sungai besar maupun anak sungai. Sungai besar disebut Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas.

Kabupaten Kapuas banyak memiliki potensi obyek wisata, namun tidak digarap dengan baik. Antara lain seperti air terjun Gunung Puti yang terletak di Desa Masuparia, Kecamatan Mandau Telawang, air terjun Bunut yang berada di Desa Tumbang Tukun, Kecamatan Pasak Telawang, wisata Pulau Telo yaitu pulau kecil yang berada di DAS Kapuas.

Ada wisata primata yakni terdapatnya ratusan ekor monyet jinak di Pulau Lampehan, Desa Keladan, Kecamatan Mantangai serta wisata Bekantan di Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh. Di sini juga terdapat ratusan ekor bekantan.

Dibalik itu ternyata Kabupaten Kapuas juga menyimpan situs benda bersejarah yang berumur ratusan tahun. Salah satunya adalah di Kecamatan Bataguh. Di sana terdapat sebuah Kuta atau Benteng, tepatnya di Kelurahan Pulau Kupang. Di tahun 1990 an, pihak cagar budaya dari Provinsi Kalteng pernah melakukan analisis di lapangan. Namun entah kenapa proses itu terhenti.

Kemudian baru-baru ini, tepatnya pada Senin (28/8/2017) dan Selasa (29/8/2017) kemarin dilakukan analisis lagi di tempat yang sama. Dua petugas yang melakukan analisis atau rekonstruksi area di lapangan, seperti Gauri Vidya Dhaneswara, S.Psi, A.Ant dari Analis Potensi Cagar Budaya dan Koleksi Musium serta Markorius, SH dari Kepala Seksi Registrasi dan Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalteng.

Gauri yang ditemui, Sabtu (2/9/2017) mengatakan, selama dua hari itu pihaknya melakukan rekonstruksi area, terutama pada permukaan tanah. Alat yang digunakan untuk mengetahui keberadaan situs atau untuk melakukan titik koordinat dan mata angin dengan menggunakan GPS.

"Dari rekonstruksi area itu, posisi situs yang ditemukan sangatlah luas mencapai 5.000 meter persegi dan diantaranya terdapat sungai-sungai kecil,"terang Gauri.

Ditambahkannya, dalam rekonstruksi area ini temukan perhiasan dari batu, dayung dan peralatan rumah tangga dari kayu. Ada juga ditemukan kemudi kapal terbuat dari kayu dengan ukuran sekitar 5 meter. Dan benda itu sudah hancur setelah ditemukan sekitar tahun 1987 yang lalu. Selain itu juga ditemukan emas yang sudah dalam bentuk perhiasan.

"Saat ini kami belum melakukan pengalian. Namun rencana pengalian harus dilakukan dengan matang dengan melibatkan, seperti dari Balai Arkeologi Wilayah Kalimantan di Banjarbaru Kalsel. Namun sebelumnya harus dilakukan pemetaan terlebih dahulu," tuturnya.

Kemudian pada saat dilakukan pemetaan dengan menggunakan alat ukur spedometer, jaraknya sekitar 8 kilometer. Pihaknya juga sudah menemukan tempat orang beristirahat.

Halaman
123
Penulis: Jumadi
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help