TribunKalteng/

Posting Foto Burung Langka Jadi Buruan, Ini yang Terjadi pada Akunnya Kemudian

Dua orang pemuda berburu burung langka khas Kalimantan yang membuat banyak akun lainnya geram.

Posting Foto Burung Langka Jadi Buruan, Ini yang Terjadi pada Akunnya Kemudian
facebook
Akun facebook dengan nama Aldy Nasccar ini memposting dua foto dengan menggenggam tiga burung.

TRIBUNKALTENG.COM - Dua orang pemuda berburu burung langka khas Kalimantan yang membuat banyak akun lainnya geram.

Akun facebook dengan nama Aldy Nasccar ini memposting dua foto dengan menggenggam tiga burung.

Dalam beberapa jam saja postingan dibagikan 44 akun lainnya dan dikomentari 89 akun.

Sayangnya postingan tersebut menghilang dari akun facebook Aldy Nasccar, namun masih banyak dibagikan di banyak akun.

x
burung langka (facebook)

Satu di antaranya di akun Pesona Kalimantan Selatan, yang memperlihatkan postingan akun Aldy NAsccar dengan tiga burung langka Kalimantan.

"Lagi viral dibincangkan di kalangan medsos! Sangat disayangkan burung yang endemik khas Kalimantan diburu dan dibunuh. Burung yang popolasinya bisa dibilang hampir punah terlihat di postingan akun facebook "Aldy Nasccar" dia memposting beberpa ekor burung hasil buruan dengan ket. "hasil berburu kemaren hari minggu". terakhir saya cek postingan sudah di hapus dari akun facebooknya. dan di stts terakhir facebook di banjiri komentar. Semoga pihak terkait bisa menyelidiki apa modus pemburuan burung endemik khas Kalimantan itu".

Berdasarkan penelusuran BPost Online, terdapat dua jenis burung endemik kalimantan yang ditangkap oleh dua pemuda tersebut.

Satu di antaranya adalah burung enggang. Burung berparuh dengan nama sains Buceros yang artinya tanduk lembu, dalam bahasa Yunani.

Burung ini bukan burung biasa, tetapi merupakan salah satu burung yang dikeramatkan oleh suku Dayak.

Dilansir 1001indonesia, burung enggang atau rangkong dalam bahasa Inggris disebut hornbill karena paruhnya memiliki tanduk atau cula. Oleh masyarakat Dayak, enggang termasuk burung yang dikeramatkan.

Halaman
123
Penulis: Restudia
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help