TribunKalteng/

Ensiklopedia

Ritual Seks di Gunung Kemukus Bikin Heboh Sampai Luar Negeri

Bukan hanya didalam negeri, kehebohan tentang ritual yang yang dilakukan penduduk di Gunung Kamukus ini telah menghebohkan dunia Internasional.

Ritual Seks di Gunung Kemukus Bikin Heboh Sampai Luar Negeri
Istimewa
Ritual seks di Gunung Kemukus 

Konon ketika kerajaan Demak menyerang Majapahit, runtuhlah kejayaan dari Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu Pangeran Samudera dan Ibunya ikut ke Demak

Selama tinggal di Demak, Pengeran Samudra belajar Islam kepada Sunan kalijaga dan kemudian melanjutkan perjalanan mencari ilmunya kepada Kyai Agung Gugur dari desa Pandan Gugur di lereng gunung Lawu.

Setelah dirasa cukup mendapatkan ilmu, pangeran Samudra kembali ke Demak.

Dalam perjalannya pulang, Pangeran Samudra singgah di Desa Gondang untuk menyiarkan agama Islam disdesa tersebut.

Setelah itu, Pangeran Samudra melanjutkan perjalanannya, akan tetapi Pangeran Samudra jatuh sakit. Karena tak kuat menahan sakit akhirnya berhenti di Dukuh Doyong (sekarang wilayah Kecamatan Miri) dan akhirnya Pangeran Samudra meninggal dan jasadnya dimakamkan di perbukitan Dukuh Miri.

x

Masyarakat sekitar memberikan tempat itu nama “Dukuh Samudro” yang sampai kini terkenal dengan nama “Dukuh Mudro”.

Semula makam Pangeran Samudro masih sangat sepi karena masih berupa hutan, dan masih banyak dihuni oleh binatang-binatang buas. Lambat laun masyarakat mulai mulai banyak mendiami desa tersebut.

Selama berdiam di lokasi itu, masyakarat kerap melihat kabut hitam seperti asap yang berbentuk kukusan (tempat mengukus nasi terbuat dari bambu) tampak menyelimuti makam Pangeran Samudera yang dipercaya masih ada garis keturunan dengan Kerajaan Majapahit.

Kabut itu terlihat menjelang musim hujan atau musim kemarau, muncul seperti asap (kukus).

Begini Cara Mengikuti Ritual Seks di Gunung Kemukus

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help