Kalteng Kita

Pembakaran Sekolah Terkait Isu Pemindahan Ibukota?

Apalagi sebut dia, saat di wacana pemindahan Ibu Kota RI dialternatifkan bukan hanya di Kalteng saja tetapi termasuk di Kalsel dan Katim,

Pembakaran Sekolah Terkait Isu Pemindahan Ibukota?
tribunkalteng.co/fathurahman
Sekolah yang dibakar hingga kini belum di bangun oleh Pemko Palangkaraya karena menunggu anggaran tahun berikutnya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sampai saat ini, motif yang mendasar dari aksi pembakaran sebanyak delapan sekolah dasar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih menjadi tanda tanya besar bagi warga Kalimantan Tengah, Kamis (24/8/2017).

Meskipun sebanyak tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran dan sebagai kepanjangan tangan pihak tertentu untuk melakukan kekacauan di Palangkaraya yang menjadi calon kuat ibu Kota RI, sudah tertangkap.

Salah seorang tokoh muda Kalimantan Tengah Muhammad Gumarang,  yang menulis buku tentang Sampit bukan poso bukan pula Timor -timur mengatakan,  sangat dimungkinkan motif utama aksi pembakaran sekolah adalah teror untuk mengesankan Kalteng tidak aman.

"Ini sudah saya duga sejak awal,  karena jika motifnya proyek bangunan sekolah kecil sekali kemungkinannya. Aksi teror dilakukan karena Palangkaraya jadi calon kuat kota pengganti Jakarta sebagai alternatif pemindahan ibu kota RI.,"ujarnya.

Apalagi sebut dia,  saat di wacana pemindahan Ibu Kota RI dialternatifkan bukan hanya di Kalteng saja tetapi termasuk di Kalsel dan Katim,  sehingga berlomba untuk mengesankan provinsi ya layak.

"Ini rawan untuk jadi rebutan, "kata pengusaha di Kotim ini.

Apalagi sebut dia, saat di wacana pemindahan Ibu Kota RI dialternatifkan bukan hanya di Kalteng saja tetapi termasuk di Kalsel dan Katim, sehingga  tidak terjadi lagi aksi kejahatan layaknya terorisme seperti yang terjadi saat ini.

"Pusat juga harus bertanggungjawab dalam hal ini,"ujarnya.

Sementara itu,  Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Anang Revandoko mengatakan,  hingga saat ini pihaknya masih menyimpukan sementara motifnya adalah masalah ekonomi dan masih melakukan pengembangan serta pendalaman kasus pembakaran sekolah tersebut. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help