TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Begini Upaya Kaltara Tingkatkan Populasi Sapi

Pola lama, petugas tak harus mengontrol hingga sapi hasil kawin suntik berhasil bunting. Tahun depan, petugas harus mengontrol sapi hingga bunting.

Begini Upaya Kaltara Tingkatkan Populasi Sapi
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Penjaga lapak sapi kurban memberikan rumput kepada hewan kurbannya, Senin (14/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, TANJUNG SELOR - Margin populasi sapi dengan laju konsumsi masyarakat Kalimantan Utara masih belum sebanding.

Populasi sapi kata M Rais Kahar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara masih perlu ditingkatkan.

"Jadi pengadaan sapi masih perlu dilakukan untuk mengejar selisih populasi dengan laju konsumsi," katanya.

Selain pengadaan, Bidang Peternakan juga akan menerapkan pola baru kawin suntik. Pola pengawasan akan diperketat, sekaligus diimbangi dengan pemberian insentif yang lebih besar dari sebelumnya.

Pola lama, petugas tak harus mengontrol hingga sapi hasil kawin suntik berhasil bunting. Tahun depan, petugas harus mengontrol sapi hingga bunting.

"Kami akan berikan insentif kepada petugas penyuntik. Kita kasih insentif yang bagus. Dulu kan murah, hanya Rp 20 ribu. Jadi kalau mereka sudah menyuntik bunting atau tidak, tidak dikontrol," katanya.

Tak tanggung-tanggung, insentif yang akan diberikan rencananya lebih besar hingga 10 kali lipat. "Insentifnya kita kasih setelah bunting. Bisa juga dikasih panjar dulu. Kalau gagal, tidak bisa diambil semua (insentifnya)," tuturnya.

Teknis insentif ini masih dalam rancangan. Dana insentif direncanakan pula terakomodir dari dana APBD. M Rais meyakini, pola ini bisa mendongkrak angka kelahiran. "Karena petugas itu menghitung. Kalau dia menginseminasi buatan sebanyak mungkin, itulah penghasilannya," ujarnya.

Rencana ini sudah disosialisasikan kepada sejumlah penyuluh. Para penyuluh kata M Rais setuju dan merespon positif pola baru ini.

"Mereka bilang, kerja akan fokus, tidak ke mana-mana. Karena sapi itu harus diawasi sampai bunting," katanya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help