TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Miris! Tak Ada Jembatan, Ibu Hamil Ini Harus Ditandu untuk Mendapatkan Pertolongan Persalinan

Untuk itu Kades berharap agar ke depannya ada tenaga medis yakni bidan dan perawat yang stanbay di Desa nya.

Miris! Tak Ada Jembatan, Ibu Hamil Ini Harus Ditandu untuk Mendapatkan Pertolongan Persalinan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Warga Desa Parek yang dipikul untuk mendapatkan persalinan ke Puskesmas di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang beberapa hari yang lalu. Warga terpaksa memikul karena akses jalan belum mendukung. 

TRIBUNKALTENG.COM, LANDAK - Kepala Desa (Kades) Parek, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Lorensius SE mengakui beberapa hari yang lalu memang ada warganya yang terpaksa dipikul untuk menjalani proses persalinan di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang.

Sebelumnya, informasi tentang ada warga Kabupaten Landak yang terpaksa dibawa dengan cara dipikul untuk mendapatkan persalinan ke Kabupaten Bengkayang diposting oleh Robert Christianto melalui Media Sosial (Medsos) Facebook.

"Iya kemarin hari Jumat memang ada persalinan warga saya atas nama Dona dari Kampung Padang Tanjung, Dusun Padang Bengawan, Desa Parek. Kenapa dipikul dan dibawa ke Kecamatan Suti Semarang, karena akses ke Serimbu cukup jauh," ujar Kades kepada wartawan pada Selasa (15/8/2017).

x
Kades Parek, Lorensius SE (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI)

Selain itu, akses jalan dari Desa Parek ke Serimbu yang merupakan ibu Kota Kecamatan tidak bisa menggunakan mobil karena belum ada jembatan.

"Kalau pakai motor itu sekitar dua jam setengah ke Serimbu, kalau ke Suti Semarang sekitar 30 menit," katanya.

Sedangkan pada saat membawa warga yang bersalin saat itu, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

"Awalnya memang ada penangganan dari dukun beranak di kampung, tapi karena tidak mampu dibawa ke Suti Semarang dengan digotong," jelasnya.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari Puskesmas Suti Semarang, kemudian warganya itu dibawa ke Rumas Sakit Serukam.

"Saat ini kondisi ibu dan bayi sudah sehat, dan tidak lama lagi akan di bawa pulang ke kampung," ungkapnya.

Diakui Lorensius bahwa di Desa yang ia pimpin belum ada bidan yang stanbay.

"Kemarin saya sempat sampaikan ke pihak Puskesmas di Serimbu, dan mereka menyambut positif. Mereka mengatakan masih menunggu tenaga medis yang siap ke tempat kami," terangnya.

Untuk itu Kades berharap agar ke depannya ada tenaga medis yakni bidan dan perawat yang stanbay di Desa nya.

"Karena akses ke Puskesmas di ibu Kota Kecamatan cukup jauh. Jadi minimal ada Puskesmas atau Pustu untuk mengcover wilayah Tengon, Bentiang, dan Parek," tutupnya.  (Tribun Pontianak/Alfon Pardosi)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help