TribunKalteng/

Dilarikan ke Rumah Sakit, Abu Bakar Ba'asyir Dapat Pengawalan Super Maksimum

"Untuk melakukan observasi itu dibutuhkan peralatan medis yang mencukupi yang tidak bisa dibawa ke lapas Gunung Sindir," ungkapnya.

Dilarikan ke Rumah Sakit, Abu Bakar Ba'asyir Dapat Pengawalan Super Maksimum
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Abu Bakar Baasyir saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011). Pada sidang itu, majelis hakim menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Baasyir, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yaitu seumur hidup. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN) 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dikabarkan mengalami gangguan kesehatan dan harus dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, ke sebuah rumah sakit.

Sejak Rabu (9/8/2017), Ba'asyir lemas dan kakinya bengkak.

Saat ini pihak rumah sakit sedang melakukan observasi untuk mencari penyebab penyakitnya.

"Sementara ini sudah masuk taraf observasi guna mencari gangguan penyakitnya yang mengakibatkan kakinya menjadi bengkak dan tubuhnya lemas," ujar kuasa hukum Baasyir, Mahendradatta, saat dihubungi, kamis (10/8/2017).

"Untuk melakukan observasi itu dibutuhkan peralatan medis yang mencukupi yang tidak bisa dibawa ke lapas Gunung Sindir," ungkapnya.

Selama menjalani pemeriksaan kesehatan, kata Mahendradatta, Ba'asyir didampingi oleh beberapa advokat Tim Pembela Muslim dan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) selaku lembaga kesehatan yang ditunjuk oleh Baasyir.

Menurut Mahendradatta, sulit untuk mengetahui riwayat medis atau penyakit yang pernah diderita Ba'asyir.

Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu, kata Mahendradatta, tidak pernah mengeluh sakit.

"Tepatnya beliau lebih banyak memendam rasa daripada mengeluh, sehingga sulit juga bagi orang lain mengetahui apa yang diderita beliau," kata Mahendradatta.

Selama di rumah sakit, Ba'asyir mendapat pengawalan dari pihak lapas selayaknya narapidana super maximum security.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help