TribunKalteng/

Sejak Kejadian Suaminya Dibakar, Zubaidah Susah Makan

Sudah banyak hal baik yang saat ini bisa dilakukan istri MA, Siti Zubaidah saat ini.

Sejak Kejadian Suaminya Dibakar, Zubaidah Susah Makan
KOMPAS.COM/Anggita Muslimah
Istri dari almarhum MA yang dibakar hidup-hidup diduga melakukan pencurian amplifier mushala, Siti Zubaidah saat ditemui di kediamannya Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, BEKASI - Sepekan sudah kejadian 'main hakim sendiri' oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab dengan membakar hidup-hidup seorang pembuka jasa perbaikan saound system, Muhammad Alzahra atau MA di Pasar Muara Bakti, Babelan, Bekasi.

Sudah banyak hal baik yang saat ini bisa dilakukan istri MA, Siti Zubaidah saat ini.

Pada hari-hari awal sepeninggal suaminya, Siti, begitu ia disapa, wanita berumur 25 tahun itu sulit sekali untuk sekedar mengisi asupan makanan, padahal sedang mengandung enam bulan.

Hal itu sempat menjadi kekhawatiran bagi keluarga. Namun belakangan, Siti sudah mulai bisa makan secara teratur. Begitu juga dengan kehidupan sehari-hari untuk berinteraksi dengan warga sekitar.

"Sekarang sih, alhamdullilah sudah bisa makan banyak. Saya bukan apa-apa, dia kan sedang hamil," ucap Ayah Siti, Andi di kontrakan Siti di Bekasi, Selasa (8/8/2017).

Warga yang berada di sekitar rumah yang berada di Kampung Harapan Baru, Desa Cikarang Kota. Cikarang Utara, Bekasi terus memenuhi halaman rumah kontrakan yang dihuni Siti dan MA. Sedang Siti terus menerima tamu dari berbagai elemen, baik pemerintah daerah hingga lembaga negara seperti KPAI.

Tidak banyak kata yang diucapkan oleh Siti saat menerima tamu-tamu itu, matanya sayu, beberapa kali terlihat menatap ke arah tembok rumah saat tamunya datang bergantian mengucap duka cita. Jemari Siti juga terlihat terus mengepal di ujung jilbab berwarna merah yang ia kenakan. Sesekali melontarkan senyum saat tamunya memberikan dukungan dan semangat.

Dia kini juga ditemani oleh tim pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum Kabupaten Bekasi yang selalu berada di samping Siti ketika tamunya datang.

Saat Tribun mendatangi kediaman Siti dan satu orang anaknya, keluarga dan tetangga sekitar sedang mempersiapkan tengah mempersiapkan acara pengajian 'tujuh harian' untuk MA. Satu buah tenda berukuran 4x3 meter sudah berdiri di depan kediaman almarhum Muhammad Alzahra alias Zoya. Tumpukan kayu yang telah berbentuk seperti boks pengeras suara, terbengkalai begitu saja di lapangan yang terletak persis depan kontrakan.

Para tetangga juga masih terus membicarakan hal-hal mengenai MA yang dikenal sebagai tukang reparasi sound system di kampungnya. "Kasihan ya anaknya," ucap seorang ibu kepada ibu lainnya. "Iya, sudah tidak ada lagi yang kerja," suara obrolan itu terdengar dari bawah tenda.

"Padahal, kalau masnya masih hidup, dia nih yang pegang sound. Dia kan emang sudah paling bagus lah," ujar tetangga Siti menunjuk pengeras suara yang sedang disiapkan untuk pengajian.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help