TribunKalteng/

Miris Ketika Melihat Anak Ingin Bertemu Ayahnya Sementara Sang Ayah Ditahan Polisi

Para anak yang katanya menjadi korban adopsi ilegal tersebut saat ini di asuh sementara di Panti Asuhan, HKI Zarfat di Jorlang Hantaran Kabupaten

Miris Ketika Melihat Anak Ingin Bertemu Ayahnya Sementara Sang Ayah Ditahan Polisi
Tribun Medan/M Azhari Tanjung
Togu (kaos kuning) terus menagis saat berbicara dengan ibunya dari Handpone milik petugas dinas sosial simalungun. 

TRIBUNKALTENG.COM, JORLANG HATARAN - Para anak yang katanya menjadi korban adopsi ilegal tersebut saat ini di asuh sementara di Panti Asuhan, HKI Zarfat di Jorlang Hantaran Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Di Panti Asuhan tersebut, Togu tidak sendirian, ia bersama tiga anak lainya dititipkan oleh Polres Simalungun.

Para penghuni dan pengurus panti Asuhan tersebut, tampak ikut mengeluarkan air mata melihat Togu terus menagis dan meminta ayahnya yang bermarga Simanjutak untuk pulang karena ditahan oleh Kapolres Simalungun.

"Tak mau makan aku, kalau belum dijemput mamak sama ayah," tangis Togu saat dibujuk untuk makan oleh pengurus panti asuhan.

Melihat Togu tak makan, Bupati Simalungun JR Saragih yang berkunjung ke Panti Asuhan tersebut untuk melihat kondisi anak yang katanya menjadi korban adopsi ilegal tersebut memerintahkan beberapa petugas dinas sosial Pemkab Simalungun.

"Coba cari dan telepon orangtuanya, kasihan anak-anak ini," ucapnya memerintahkan petugas dinas sosial.

Tak berselang lama, seorang petugas dinas sosial memberikan handphonenya kepada Togu untuk berbicara kepada ibunya.

"Besok ya nak, mamak jemput. Togu di sana saja ya sama om dan ibu (petugas dinas sosial dan pengurus panti) di sana ya," terdengar suara perempuan saat berbicara dengan Togu melalui handphone dengan loud speaker.

"Ngak mau aku, mak. Jemput lah. Ngak mau makan aku kalau ngak mamak jemput," ucap Togu terus menangis.

"Bawa ayah juga lah mak, jemput sekarang," ucap Togu memelas kepada mamaknya.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help