TribunKalteng/

Kalteng Kita

Gara-gara 'Tembak Pembakar Sekolah' di-Bully, Begini Kata Gubernur Sugianto

Pembakaran sekolah yang terjadi pada sejumlah lokasi di Kota Palangkaraya, dianggap telah menimbulkan keresahan dan trauma.

Gara-gara 'Tembak Pembakar Sekolah' di-Bully, Begini Kata Gubernur Sugianto
TRIBUNKALTENG.COM/khaitami
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat seminar pencegahan radikalisme di IAIN Palangkaraya, Kamis (3/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pembakaran sekolah yang terjadi pada sejumlah lokasi di Kota Palangkaraya, dianggap telah menimbulkan keresahan dan trauma.

Atas dasar itu pula, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, pernah meminta kepada kepolisian agar memberlakukan tembak di tempat kepada pelaku.

"Ini merupakan kejahatan luar biasa. Saya minta tembak di tempat, tapi gubernur di-bully di medsos," ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Pernyataan ini diungkapkan gubenur pada saat menyampaikan sambutan di pembukaan seminar pencegahan radikalisme di IAIN Palangkaraya, Kamis (3/8/2017).

Pada kesempatan itu, hadir Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Kapolda Kalteng, Danrem 102 Panju Panjung, serta kalangan akademisi hadir sebagai pembicara.

Menurut Gubernur Sugianto, perintah tembak di tempat bagi pelaku pembakaran sekolah yang disampaikannya kepada Kapolda Kalteng pada dasarnya dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi yang lain.

"Yang jadi masalah bukan soal ditembaknya, tapi dampak dari perbuatan yang dilakukan. ini yang jadi korban adalah anak SD dan trauma yang mereka rasakan akan berjalan tahunan. Kepada kejasaan diminta terapkan hukum seberat-beratnya," kata Sugianto.

Dikatakan, paham radikalisme merupakan masalah serius. Padahal agama mengajarkan kasih sayang dan jauh dari kekerasan. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help