TribunKalteng/

Seputar Kalsel

"Saya Lari Sambil Berteriak karena Dikejar Pakai Parang"

Seorang warga yang juga saksi mata yang melihat dan terlibat dalam peristiwa pertikaian pekerja penggali parit batas lahan HGU

mukhtar wahid
Proses negosiasi warga Desa Ambawang dengan aparat kepolisian dalam menenangkan warga pasca perkelahian satu pekerja dengan petani karet setempat, Senin (31/7). 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Kasus seorang pekerja proyek penggalian parit batas lahan hak guna usaha (HGU) di Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut, diamuk warga setempat, Senin (31/7) sempat membuat panik sejumlah orang.

Seorang warga yang juga saksi mata yang melihat dan terlibat dalam peristiwa pertikaian pekerja penggali parit batas lahan HGU dengan warga petani karet Desa Ambawang adalah Damat.

Ia mengaku trauma hingga kini kakinya masih gemetaran. Itu dialami warga RT 10 Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut karena sempet dikejar satu pekerja penggali parit.

"Saya berusaha berteriak dan berlari karena dikejar pakai parang. Warga berdatangan membantu saya. Baku pukul terjadi karena warga mengunakan kayu," ujarnya, kemarin.

Wakapolres Tanahlaut Kompol Iwan Hidayat mengatakan kronologi peristiwa itu masih didalami. Kehadiran aparat kepolisian dan TNI di Desa Ambawang berusaha melindungi korban agar tidak banyak.

Terpisah, Bupati Tanahlaut Bambang Alamsyah menyesalkan sekaligus prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Desa Ambawang. Itu karena pemerintah sudah melakukan upaya pertemuan dengan kedua pihak, perusahaan dan warga petani karet.

"Kita sudah melewati berbagai kesepakatan. Pemerintah juga sudah meminta pihak perusahaan agar tidak melaksanakan aktivitas di lahan tersebut," ujarnya.

Bambang juga mengaku meminta warga Desa Ambawang menahan diri hingga ada kesepakatan bersama. "Ini saya terus monitor dan sedang berkomunikasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah dalam menjaga situasi dan kondisi di Kabupaten Tanahlaut tetap kondusif. (mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help