TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Oknum BPOM di Banjarmasin Diciduk Polisi karena Diduga Terkait Obat Tanpa Izin Rp 7 Miliar

ia bertugas di Bagian Barang Milik Negara dan hal ini pun diiyakannya kala ditanya BPost Online, Minggu (30/7) malam saat petugas mengamankannya.

Oknum BPOM di Banjarmasin Diciduk Polisi karena Diduga Terkait Obat Tanpa Izin Rp 7 Miliar
BANJARMASINPOST.CO.ID/irfani rahman
Petugas Polda Kalsel mengamankan obat terlarang senilai Rp 7 miliar. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Diamankannya satu oknum Balai Besar POM (BPOM) di Kota Banjarmasin berinisia H.J dalam kasus ratusan koli obat tanpa izin edar tampaknya masih dalam penyidikan Direktorat Narkoba Polda Kalsel.

Dimana penyidik masih mendalami bagaimana keterlibatan sang oknum berkenaan dengan ditemukannya obat tanpa izin edar seharga sekitar Rp 7 miliar di gudang di depan rumahnya di Jalan Cempaka XIII, RT19 Banjarmasin tersebut.

Kepala Balai Besar BPOM di Banjarmasin Drs Sapari Apt, M.Kes yang dikonfirmasi BPost Online, Senin (31/7) pagu mengiyakan yang bersangkutan petugas BPOM di Banjarmasin.

"Saya masih di luar, belum menerima laporan , nanti saya cek dulu," paparnya singkat seraya mengatakan belum ada laporan resmi ke dirinya.

Sementara itu menurut sumber, H.J memang petugas di Balai Besar POM di Banjarmasin. Dan ia bertugas di Bagian Barang Milik Negara dan hal ini pun diiyakannya kala ditanya BPost Online, Minggu (30/7) malam saat petugas mengamankannya.

Sebelumnya, jumlah carnophen dan beragam obat lainnya yang ditemukan petugas Subdiit 1 Direktorat Narkoba dan Intel Brimob Polda Kalsel yang dipimpin Kasubdit 1 Kompol Ugeng cukup fantastis. Dimana diperikrakan jumlah dos sebanyak 250 koli.

"Jumlah sementara sekitar 250 koli, kalau dinilaikan sekitar Rp7 miliar," ucap Direktur Narkoba Kombes Jimy A Anes yang datang ke TKP waktu itu.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help