TribunKalteng/

Kabar Dunia

Digerebek Terlibat Narkoba, Walikota Tewas Bersama Istri dan Saudaranya

Kepala kepolisian Mindanao Jaysen de Guzman mengatakan, para petugas menyita sejumlah granat tangan, amunisi, dan obat-obatan terlarang dari kediaman

Digerebek Terlibat Narkoba, Walikota Tewas Bersama Istri dan Saudaranya
via KOMPAS.com
Ozamiz City, Filipina.(Wikipedia) 

TRIBUNKALTENG.COM, MANILA - Seorang wali kota di Filipina yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba tewas bersama 11 orang lainnya dalam sebuah penggerebekan polisi pada Minggu (30/7/2017).

Reynaldo Parojinog, wali kota Ozamiz City di Pulau Mindanao, tewas bersama istri, saudara laki-lakinya, dan sembilan orang lainnya saat polisi menggerebek kediamannya.

"Polisi sedang menunjukkan surat perintah penggeledahan saat pengawal wali kota melepaskan tembakan, maka polisi membalas," kata juru bicara kepolisian setempat Superintenden Lemuel Gonda.

Namun, seorang ajudan Projinog yang keluarganya adalah klan politik berpengaruh membantah telah terjadi baku tembak.

Dia menegaskan, sang wali kota tak melepaskan tembakan sama sekali.

Sementara itu, kepolisian menyatakan, tak ada korban dari petugas yang melakukan penggerebekan, kecuali satu orang yang mengalami luka ringan.

Setelah penggerebekan itu, polisi menangkap putri Reynaldo Parojinog yang juga menjabat sebagai wakil wali kota dan segera dijerat dakwaan.

Kepala kepolisian Mindanao Jaysen de Guzman mengatakan, para petugas menyita sejumlah granat tangan, amunisi, dan obat-obatan terlarang dari kediaman sang wali kota.

Di masa-masa awal duduk di kursi kepresidenan, Rodrigo Duterte pernah menyebut nama-nama pejabat, polisi, dan hakim yang dituduhnya menjadi bagian perdagangan obat bius.

Salah satu nama yang disebut Duterte adalah Reynaldo Parojinog.

Dua wali kota lain yang juga dituduh menjadi pengedar narkoba tewas tahun lalu.

Pada November Rolando Espinosa, wali kota Albuera, tewas di dalam penjara dalam penggerebekan di sebuah lembaga pemasyarakatan provinsi.

Polisi mengklaim Espinosa terlebih dahulu menembaki mereka meski dia sedang berada di dalam tahanan.

Sementara pada Oktober tahun lalu, wali kota Ampatuan Samsudin Dimaukom tewas dalam baku tembak dengan polisi di sebuah pos pemeriksaan. (KOMPAS.com)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help