TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Buntut Terbaliknya Speedboat SB Rejeki Baru, DPRD Segera Panggil KSOP dan Dishub

Saat menjenguk, Rudi Hartono bercerita bahwa speedboat tersebut over kapasitas, karena ada penumpangg tidak dapat tempat duduk, tapi dipaksakan.

Buntut Terbaliknya Speedboat SB Rejeki Baru, DPRD Segera Panggil KSOP dan Dishub
Istimewa
Sebuah speedboat reguler SB Rezeki Baru tujuan Tarakan-Tanjung Selor mengalami kecelakaan, Selasa (25/7) pukul 10.00 wita. 

TRIBUNKALTENG.COM, TARAKAN - Pasca kejadian speedboat SB Rejeki Baru Karisma terbalik, DPRD Kota Tarakan akan segera memanggil instansi terkait, seperti Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Dinas Perhubungan(Dishub) Tarakan

"Kami memanggil instasi terkait ini untuk melakukan pengawasan, supaya kejadian ini menjadi evaluasi bagi kita bersama. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Sebab siapapun tidak mau kejadian hal seperti ini terjadi," ucap Ketua DPRD Kota Tarakan Salman Aradeng, Jumat (28/7).

Salman mengungkapkan, evaluasi terhadap instansi terkait ini sangat penting dilakukan, agar pelayanan kepada masyarakat atau penumpang speedboat di Pelabuhan Tengakayu I Tarakan dapat lebih baik daripada sebelumnya.

"Sudah seharusnya pelayanan di Pelabuhan Tengkayu I seperti bandara. Mulai dari nama tiket penumpang harus sesuai dengan KTP. Begitu juga barang bawaan penumpang harus ada kuotanya dan ditimbang," ujarnya yang akan mengagendakan pertemuan ini badan musyawarah (bamus).

Menurut Salman, dalam peristiwa ini ada satu anggota DPRD Kota Tarakan Rudi Hartono yang menjadi korban. Saat menjenguk, Rudi Hartono bercerita bahwa speedboat tersebut over kapasitas, karena ada penumpangg tidak dapat tempat duduk, tapi dipaksakan.

"Karena saya juga pernah melihat dan punya pengalaman sendiri sering kali speedboat sudah penuh ada saja penumpang yang masih diangkut. Seharusnya ini tidak boleh biarpun pejabat yang mau naik, kalau speedboat sudah penuh kapsitas yang tidak boleh lagi diangkut," ujarnya.

Salman mengatakan, adanya peristiwa ini, ia melihat di dermaga Pelabuhan Tengkayu I perlu dibangun posko keamanan dan keselamatan dari berbagai instansi terkait. "Lebih bagus ada anggota Basarnas di posko tersebut. Apabila terjadi kecelakaan di laut bantuan dapat segera diberikan," ucapnya.(TRIBUNKALTIM.CO)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help