TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Mengaku Dijebak Bos, Kurir Narkoba Ini Marah-Marah Masuk Bui

Ia ditangkap aparat di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya saat hendak mengantar narkoba kepada pemesan.

Mengaku Dijebak Bos, Kurir Narkoba Ini Marah-Marah Masuk Bui
tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhan
Rudi (29) hanya bisa menundukkan kepala saat dirinya dibawa masuk ke ruang Resnarkoba Polres Balikpapan. Dirinya sedang menunjukkan ribuan butir LL yang dikemas dalam plastik bening besar, Senin (24/7/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Rudi (29) hanya bisa menundukkan kepala saat dirinya dibawa masuk ke ruang Resnarkoba Polres Balikpapan.

Raut dan gestur tubuh yang jengkel tampak saat media ini mewawancarai dirinya.

"Dijebak sama bos saya ini. Tukar kepala ini, yang pancing saya bawa barang itu ya bos saya," ujar Rudi tersangka kasus narkoba dengan nada tinggi, Senin (24/7/2017).

Warga Sumber Rejo tersebut, diamankan jajaran Resnarkoba Polres Balikpapan Sabtu (16/7/2017) sekitar 04.30 Wita, pekan lalu.

Ia ditangkap aparat di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya saat hendak mengantar narkoba kepada pemesan.

Namun apa lacur, bukannya bertemu pemesan ia malah berurusan dengan polisi. Dari tangannya petugas mengamankan paket sabu seberat 1,1 gram, ia pun pasrah tak mampu berkelit.

Tak sampai di sana, petugas melakukan pengembangan yang hasilnya menyita 4 ribu butir LL yang disimpan di rumahnya. Dari penuturan Rudi, barang haram tersebut berasal dari Samarinda.

Ia tidak mengakui dirimya sebagai pengedar di hadapan awak media. "Saya ini cuma kurir. Bos saya itu orang Gunung Bakaran, pak. Kalau ada perintah antaran, saya antarkan," keluhnya.

Layanan antarnarkoba tersebut tak gratis, laki-laki beristri ini mengaku diupah Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu sekali antar sabu.

Paling kecil ia mengantar sabu seberat 1 gram ke pemesan yang diperintahkan oleh Sang Bos alias bandar. Yang dia ketahui narkoba tersebut dijual kepada para pekerja yang bekerja di lokasi minyak atau pertambangan.

"Kalau LL ini, 1 bal bisa dijual Rp 900 ribu. Ini dari Samarinda, ya saya diperintah antar ke daerah Strat 1, tapi ya keburu diciduk," sesalnya.

Meski tahu apa yang ia lakukan melanggar hukum. Ia mengaku terpaksa melakukannya gara-gara himpitan ekonomi.

Pekerjaan sebagai cleaning service panggilan yang diupah per hari Rp 70 ribu, dirasa tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Per hari Rp 70 ribu, itupun kadang kerja kadang enggak. Makanya sampingannya begini," kata pria yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye kepada media ini.

Sementara Kasat Resnarkoba Polres Balikpapan AKP Jan Manto Hasiholan melalui Paur Subbag Humas Iptu D Suharto mengatakan atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 114 jo pasal 112 UUD 35 tentang Narkotika Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. (Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri Ramadhani)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help