Kabar Kalsel

Korupsi di KPUD Banjar, Kajari Martapura Langsung Nyatakan Banding

Menurutnya vonis terhadap para terdakwa merupakan wewenang hakim dan mereka menyatakan banding atas putusan tersebut.

Korupsi di KPUD Banjar, Kajari Martapura Langsung Nyatakan Banding
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Kepala Kejaksaan Negeri Martapura Slamet Siswanta 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Putusan vonis majelis hakim kepada terdakwa KPUD Banjar Akhmad Faisal selama 2 tahun penjara dan Husaini yang menjabat Pejabat Penatausahaan Keuangan selama 1,6 tahun, serta Ahmad Faisal dan Husaini masing-masing denda Rp200 subsider 6 bulan kurungan penjara.

Denda untuk terdakwa Ahmad Faisal dan Husaini masing-masing Rp200 subsider 6 bulan kurungan penjara.

Putusan ini mendapatkan tanggapan langsung pihak Kejaksaan Negeri Martapura.

Kepala Kejaksaan Negeri Martapura Slamet Siswanta yang dikonfirmasi disela-sela uang Tahun ke XVII Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Tahun 2017 di Kejati Kalsel, Jumat (21/7) menyatakan banding atas putusan itu.

"Hari ini langsung kita nyatakan banding atas vonis tersebut. Kita banding atas putusan tiga terdakwa tersebut," paparnya.

Mereka sendiri tetap yakin dengan tuntutan mereka kepada para terdakwa yakni pasal 2 jo pasal 18 UURI No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada UU No 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurutnya vonis terhadap para terdakwa merupakan wewenang hakim dan mereka menyatakan banding atas putusan tersebut.

Sebelumnya selain kedua terdakwa, hakim juga memvonis terdakwa lainnya yakni terdakwa Wiyono yang merupakan bendahara divonis 2,6 tahun penjara.

Terdakwa Wiyono juga didenda Rp200 juta subsider 2 bulan dan diharuskan membayar uang pengganti Rp61 juta dengan ketentuan apabila tidak bisa membayar maka diganti kurungan badan selama 3 bulan.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved