Kabar Kalsel

Uang Pungli Dibagi untuk THR, Kepala SMAN 10 Banjarmasin Jadi Tersangka

Setelah mengamankan MK, wakil kepala sekolah, yang juga bendahara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), giliran MG, sang kepala sekolah, yang ditetapk

Uang Pungli Dibagi untuk THR, Kepala SMAN 10 Banjarmasin Jadi Tersangka
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (20/7/2017) 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN -  Dari hasil pengembangan kasus pungutan liar (pungli) terhadap calon siswa, tim Saber Pungli Polda Kalsel kembali mencokok pejabat di SMA Negeri 10 Banjarmasin.

Setelah mengamankan MK, wakil kepala sekolah, yang juga bendahara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), giliran MG, sang kepala sekolah, yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari pemeriksaan sejumlah saksi termasuk tersangka MK terungkap, ternyata pungutan liar terhadap calon siswa itu atas restu kepala sekolah,” kata Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana didampingi Wakapolda Kombes Nasri serta Ketua Saber Pungli sekaligus Irwasda Kombes Djoko Poerbo di Mapolda Kalsel, Rabu (19/7) siang.

Disebutkan Rachmat, operasi tangkap tangan (OTT) Senin lalu dilakukan berdasar info yang masuk ke Ombudsman Kalsel kemudian ditelusuri dan berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli Polda Kalsel. Dari laporan itu, Senin (17/7) sekitar pukul 12.00 Wita, bersama-sama Ombudsman, polisi melakukan OTT di SMAN 10 yang berada di Jalan Tembus Mantuil Gang Gandapura RT 28 Banjarmasin Selatan.

“Kami temukan ada transaksi pemberian uang oleh para orangtua siswa kepada MK,” beber Rachmat yang juga didampingi Dirkrimsus Kombes Rizal Irawan dan M Firhansyah dari Ombudsman Kalsel.

Dari OTT itu, petugas menemukan uang tunai Rp 5 juta dan sejumlah barang bukti berupa lembaran daftar pembayaran sumbangan oleh para orangtua.

Lebih jauh Rachmat menuturkan, saat penerimaan melalui online, SMAN 10 kekurangan siswa bahkan nyaris nihil siswa yang masuk. Nah, melalui modus jalur offline, para siswa yang gagal dipanggil, namun dengan persyaratan bersedia memberikan sejumlah uang dengan dalih sumbangan.

Besaran uang sumbangan yang dimintai mulai Rp 600 hingga Rp 4 juta. Total dana yang dikumpulkan dari para orangtua dari jalur offline periode 1 (mulai 17 sampai 19 Juni) mencapai Rp 124.820.000.

Rincian pungutan offline periode 1 sebanyak 25 siswa dengan jumlah Rp 24,120.000. Sedangkan offline 2 periode 2 (19-22 Juni) dari 52 siswa terkumpul dana Rp 100.700.000.

Yang menarik, dana ratusan juta rupiah itu masuknya tidak ke rekening sekolah melainkan ke rekening MK.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved